Senin pagi tanggal 20 September 1920, mereka naik kereta api menuju Yogyakarta, ibu kota kesultanan. Sore hari mereka sampai di stasiun Yogyakarta dan dijemput oleh Superior Misi, Pastor Hoeberechts (seorang Pastor Jesuit) menuju pastoran Kampemenstraat.
Di situ mereka bertemu antara lain dengan Pastor van Driessche. Setelah sebentar bercakap-cakap dengan para pastor, mereka diantar ke rumah yang sudah dibeli dan disediakan bagi mereka. Letaknya di belakang rumah perwira tentara Belanda, kira-kira 20 meter dari pastoran dengan melewati lorong sempit. Rumah tersebut adalah bekas kantor pabrik besi yang sudah usang. Meski kurang sesuai harapan, mereka berlima mendiaminya selama beberapa tahun.
Letak rumah yang sangat dekat keraton dan benteng Vredeburg, yang dinamakan Kidul Loji, artinya: sebelah selatan benteng, sangat membantu para bruder mengenal budaya keraton khususnya dan budaya Jawa pada umumnya.
Yayasan Budi Mulya Semarang (YBMS) merupakan sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan dengan ciri khas...
Oleh: Sr. Mariane, CB (Komunitas Asrama Putri Van Lith Muntilan)
Suasana yang tenang dan teduh di dalamnya menyiratkan...
Desertasi tentang peran Digital Tax Citizen Empowerment sebagai variable mediasi yang menjembatani pengaruh Self Efficacy, Sanctions, dan...
Bagi seorang Bruder, kesempatan untuk melanjutkan studi bukanlah sekadar upaya memperoleh gelar akademik atau meningkatkan kompetensi profesional. Studi lanjut merupakan tugas perutusan yang dipercayakan oleh kongregasi...
Pada Jumat, 3 Juli 2026 telah dilakukan Penutupan Masa Orientasi Calon...