Senin pagi tanggal 20 September 1920, mereka naik kereta api menuju Yogyakarta, ibu kota kesultanan. Sore hari mereka sampai di stasiun Yogyakarta dan dijemput oleh Superior Misi, Pastor Hoeberechts (seorang Pastor Jesuit) menuju pastoran Kampemenstraat.
Di situ mereka bertemu antara lain dengan Pastor van Driessche. Setelah sebentar bercakap-cakap dengan para pastor, mereka diantar ke rumah yang sudah dibeli dan disediakan bagi mereka. Letaknya di belakang rumah perwira tentara Belanda, kira-kira 20 meter dari pastoran dengan melewati lorong sempit. Rumah tersebut adalah bekas kantor pabrik besi yang sudah usang. Meski kurang sesuai harapan, mereka berlima mendiaminya selama beberapa tahun.
Letak rumah yang sangat dekat keraton dan benteng Vredeburg, yang dinamakan Kidul Loji, artinya: sebelah selatan benteng, sangat membantu para bruder mengenal budaya keraton khususnya dan budaya Jawa pada umumnya.
Tiga hari penuh sukacita, persahabatan, refleksi, dan...
Yogyakarta, 20 September 2026 — Sebuah momentum istimewa bagi Bruder FIC karena genap 106 tahun kehadiran dan karya pelayanannya di Indonesia. Perayaan ini memiliki makna khusus karena dilaksanakan di Yogyakarta, tempat pertama kali...
Kalimat sederhana itu kembali terasa nyata dalam perjalanan hidup saya. Setelah menyelesaikan perutusan di sekolah, mulai 1 Juli 2026 saya mendapat perurusan baru di Timor Leste. Bagi...
Yogyakarta menjadi ruang perjumpaan dan refleksi bagi para Bruder dan Frater FIC dalam kegiatan pertemuan...
Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026 di Novisiat FIC, Jl. Kartini No. 2, Muntilan telah dilaksanakan Pertemuan Bruder Studi Tahun 2026....