Hari ketiga Kapitel Umum Luar Biasa Para Bruder FIC dibuka dengan doa yang dipimpin oleh delegasi dari Provinsi Indonesia. Tema doa yaitu , “Kepemimpinan Melayani dalam semangat Para Pendiri”, mendorong para bruder untuk merenungkan bacaan tentang kebajikan kerendahan hati, teladan yang baik, kasih sayang kepada sesama, dan keteguhan hati. Mereka diajak untuk mendengarkan suara batin yang berbicara melalui narasi kebajikan-kebajikan ini dan harapan untuk sidang-sidang selanjutnya dalam Kapitel Umum Luar Biasa
Pada sesi pagi, moderator mengajak para Bruder untuk meluangkan waktu seharian dengan refleksi pribadi, karena bukan hanya pertemuan administratif tetapi juga waktu untuk saling mendengarkan dan membedakan suara Roh Kudus.
Para peserta kapitel juga berkesempatan mendengarkan para Anggota Dewan Umum untuk berbagi pengalaman mereka sejak masa sakit Bruder Agustinus Kubdaar hingga kematiannya dan persiapan Sidang Umum Luar Biasa. Meskipun mereka merasakan kehilangan atas kepergiannya, mereka yakin akan kemampuan mereka untuk melaksanakan tugas kepemimpinan Kongregasi.
Sore hari dikhususkan untuk hening guna berdoa pribadi untuk pemilihan Superior Jenderal dan untuk Kongregasi itu sendiri, momen yang istimewa ini untuk menemukan Superior Jenderal yang baru.
Pada akhir hari, para bruder merayakan Ekaristi, dilanjutkan dengan makan malam, seperti biasa, tetapi mereka tidak mengakhiri hari dengan rekreasi untuk menghormati waktu keheningan dan memberi ruang yang layak bagi karya Roh Kudus bekerja dalam diri mereka, sambil menantikan pemilihan yang akan berlangsung keesokan harinya.