Sebuah Permadani Iman dan Persaudaraan

Sebuah Permadani Iman dan Persaudaraan

Hari kedua Kapitel Umum Luar Biasa para Bruder FIC merupakan hari yang bermakna, penuh doa, diskusi, dan persaudaraan. Para bruder berkumpul dalam semangat iman dan keterbukaan untuk melanjutkan persiapan mereka dalam pemilihan kepemimpinan kongregasi yang baru.

Sesi Pagi

Hari ini dimulai dengan doa pagi yang dipimpin oleh delegasi dari Ghana. Para Bruder diajak untuk merenungkan tema tentang Kepemimpinan dan Pelayanan dan berdoa memohon bimbingan Roh Kudus selama proses pemilihan. Memohon kepada Tuhan untuk menganugerahkan hikmat dan integritas kepada mereka yang akan dipilih untuk melayani para Bruder di dalam kongregasi.

Setelah sarapan pagi, pertemuan dimulai pukul 9:00 wib di bawah bimbingan moderator, Br. Martinus Handoko. Para bruder melanjutkan diskusi yang telah dimulai sehari sebelumnya. Bekerja dalam kelompok campuran, mereka mengidentifikasi kualitas yang dibutuhkan dari seorang Superior Jenderal/Pemimpin Umum  dan seorang Anggota Dewan Umum. Kualitas-kualitas ini dikelompokkan menjadi empat bidang: kematangan psikologis, kemampuan fisik, pengalaman, dan keterampilan manajemen. Kelompok-kelompok tersebut kemudian mempresentasikan temuan mereka dalam sesi pleno.

Sesi Siang

Setelah istirahat minum dan snack, moderator menjelaskan proses pemilihan. Br.Michael Sidharta Susila, selaku ketua sidang, membacakan bagian-bagian yang relevan dari Konstitusi FIC yang menetapkan kualifikasi untuk jabatan Superior Jenderal/pemimpin Umum.

Kemudian para bruder kembali  berkumpul dalam kelompok provinsi mereka untuk mengusulkan lima kandidat untuk dipertimbangkan. Ini adalah periode refleksi dan pertimbangan yang cermat, karena setiap provinsi mengidentifikasi para bruder  yang diyakini dapat melayani kongregasi dengan baik.

Sesi Sore

Pukul 15.30 wib, para Bruder  kembali berkumpul dalam kelompok campuran untuk meninjau dan mendiskusikan nama-nama yang diusulkan oleh provinsi-provinsi. Setelah pertimbangan yang penuh doa, setiap kelompok memilih lima nama untuk diajukan ke sidang pleno.

Setelah istirahat minum dan snack sore, kembali pleno untuk memeriksa dan mendiskusikan para kandidat yang diusulkan. Daftar tersebut secara bertahap dikurangi menjadi lima nama. Para kandidat kemudian ditanya tentang ketersediaan mereka untuk peran sebagai Superior Jenderal/Pemimpin Umum. Untuk membantu para Bruder mengukur tingkat dukungan untuk setiap kandidat, dilakukan pemungutan suara sementara. Para delegasi diminta untuk merenungkan dan berdoa tentang hasil pemungutan suara sementara ini sambil menunggu pemilihan yang sebenarnya.

Kegiatan Malam Hari

Di penghujung hari, moderator mendorong semua peserta untuk terus berdoa bagi proses pemilihan. Delegasi dari Provinsi Ghana kembali memimpin pertemuan dalam doa penutup.

Para bruder kemudian merayakan Ekaristi pada pukul 18.15 wib dan makan malam bersama pada pukul 19.00 wib. Selesai makan malam,  mereka mencuci piring dan peralatan makan bersama-sama, yang menunjukkan semangat kerendahan hati dan penuh persaudaraan yang menjadi ciri khas Kongregasi FIC.

Hari itu diakhiri dengan kegiatan rekreasi bersama, yang penuh persaudaraan, dan percakapan yang penuh sukacita sebelum para bruder beristirahat untuk malam itu. Hari yang produktif dan penuh rahmat, ditandai dengan doa, kerja keras, saling mendukung, dan kepercayaan pada bimbingan Roh Kudus.