Hari Provinsi tahun 2026 mengambil tema Mengaktualisasikan identitas FIC sesuai perkembangan zaman melalui karya kerasulan. Tema ini selain sebagai slogan, namun juga sebagai sebuah panggilan untuk semakin menyadari dan menghidupi kekhasan sebagai bruder FIC, hidup dalam persaudaraan yang merupakan ciri khas sebagai Bruder FIC. Yesus sendiri menegaskan, “Dan kamu semua adalah saudara” (Mat. 23:8). Sabda ini menjadi dasar spiritualitas para bruder, bahwa identitas seorang bruder tidak dapat dilepaskan dari persekutuan dengan sesama bruder. Anjuran Apostolik Vita Consecrata menegaskan bahwa seorang bruder hanya sungguh menjadi bruder dalam kebersamaan; hidup bersama adalah ciri hakiki dari hidup bruder religius.
Identitas sebagai bruder FIC bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus-menerus diperbarui dan dihidupi sesuai dengan perkembangan zaman. Persaudaraan yang para bruder bangun bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi kesaksian bagi Gereja: bahwa hidup bersama, saling menyebut saudara, dan diutus bersama dalam karya kerasulan adalah wujud nyata kehadiran Kristus di tengah umat manusia.
Tema ini mengajak para bruder untuk merenungkan kembali, sejauh mana para bruder telah menghidupi persaudaraan itu dengan tulus, dan sejauh mana karya kerasulan para bruder sungguh menjadi aktualisasi identitas sebagai bruder FIC. Hidup bersama, saling mendukung, dan diutus bersama adalah jalan untuk menghadirkan kasih Allah yang terus relevan bagi dunia yang berubah.
Hari Provinsi FIC memiliki landasan yang kuat dalam Statuta dan Konstitusi Kongregasi. Statuta Provinsi FIC Indonesia, artikel 10, menegaskan bahwa sekurang-kurangnya sekali dalam setahun Dewan Provinsi mengadakan musyawarah terbuka bersama para bruder. Tujuannya jelas: meningkatkan kesatuan, kemajuan, dan perkembangan Provinsi. Dengan demikian, Hari Provinsi bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah sarana resmi untuk memperkokoh persaudaraan dan arah perjalanan bersama.
Konstitusi FIC artikel 41 menambahkan dimensi yang lebih mendalam. Disebutkan bahwa pembicaraan, kontak timbal balik, dan musyawarah terbuka sangat diperlukan demi kesatuan, pembangunan, dan keberlangsungan hidup kongregasi. Musyawarah bukan hanya forum formal, melainkan wadah untuk membangun persekutuan sejati. Di dalamnya, para bruder diajak untuk berbicara dengan penuh hormat, meskipun berbeda pendapat; untuk saling meneguhkan dengan kasih timbal balik; serta untuk terus menjaga dan memelihara satu sama lain. Lebih dari itu, pembicaraan para bruder hendaknya melibatkan cita-cita kerasulan bersama, serta memberi perhatian pada suka dan duka setiap bruder.
Hari Provinsi juga menjadi sarana nyata bagi para pemimpin dalam melaksanakan tugas sebagaimana diamanatkan Konstitusi FIC artikel 50. Para pemimpin dipanggil untuk memberi inspirasi dan dorongan, meningkatkan persatuan dan kerja sama, serta mengarahkan persekutuan dengan sarana organisasi dan peraturan yang tepat guna. Mereka dituntut untuk mendengarkan apa yang hidup di antara para bruder, memahami kesukaran dan kesedihan manusiawi, sekaligus berani menunjukkan kesalahan dan kelemahan dengan penuh tanggung jawab. Pada saat yang sama, mereka harus bertindak dengan tegas dan berwibawa bila diperlukan, demi menjaga kesatuan dan kelangsungan hidup persaudaraan.
Hari Provinsi sebuah momentum spiritual dan organisatoris. Ia menjadi ruang di mana persaudaraan diperdalam, cita-cita kerasulan diperbaharui, dan kepemimpinan dijalankan dengan semangat pelayanan. Hari Provinsi adalah kesempatan untuk meneguhkan kembali identitas para bruder sebagai bruder FIC: saudara bagi satu sama lain, dan saudara bagi semua orang.