Pada hari minggu,8 Agustus 1920, sesudah Misa Agung di Kapel induk biara De Beyart di Maastricht, Br August dilantik sebagai Overste rumah Santo Fransiskus Xaverius di Yogyakarta. Pada tanggal 14 Agustus para misionaris pertama yaitu Br. August, Br.Constantius, Br. Lebuinus, Br. Eufratius dan Br. Ivo) berangkat ke Jawa naik kapal Wilis dari pelabuhan Rotterdam, menuju Batavia (Jakarta) ibu kota Hindia Belanda. Pada tanggal 19 September tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Pastor Van Lith sendiri yang datang mengucap "Selamat Datang". Sungguh suatu peristiwa yang penuh makna dan lebih jelas lagi betapa penting kedatangan para bruder tersebut. Kemudian pada tanggal 20 September melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah melewati Cirebon, Purwokerto, Kroya, Kebumen hingga sampai di Yogyakarta. Para misionaris baru tersebut mendapat rumah sangat dekat dengan Kraton yang berbatasan dengan alun-alun tepatnya di Kampementsstraat,Jalan Tangsi. Daerah di sekitar bruderan bernama Kidul Loji yang artinya sebelah selatan Benteng. Kemudian pada tanggal 7 Juli 1921 komunitas Yogyakarta diperkuat lagi dengan kedatangan Br. Laurentius dan Br. Marcellianus.
Dewan Pusat di Maastricht mengutarakan dengan jelas bahwa para Bruder yang diutus akan bekerja untuk anak-anak Indonesia dalam hal ini anak-anak Jawa.Maka HIS satu-satunya tipe sekolah yang dapat menerima para bruder. Tanpa persiapan khusus atas tugas yang baru, tanpa melihat dengan jelas sistem bagaimanakah yang di dalamnya mereka akan berfungsi, tanpa mengerti bahasa Jawa, dengan pengetahuan yang sedikit sekali mengenai kultur Jawa, para misionaris mulai bekerja pada sekolah yang masih jauh dari sempurna menurut ukuran Belanda.Pembangunan gedung sekolah dimulai pada tahun 1922, gedung yang sederhana, berlantai dua dengan 18 ruang kelas.Pekerjaan berjalan lancar sehingga pada akhir tahun tersebut sudah beres dan pada tanggal 23 Januari 1923 gedung baru dapat diberkati.
Pada bulan Oktober 1923 mulai membangun komunitas yang baru yang lebih layak huni. Tanggal 7 Desember 1923 Sakramen Maha Kudus masuk Kapel baru dan pada hari berikutnya dipersembahkan Misa Agung pertama, bulan Maret 1924 Pastur Strater dapat memberkati rumah secara keseluruhan, sehingga para bruder dapat menikmati perumahan yang lebih sesuai.(Donum Desursum)
Beberapa bruder yang sekarang tinggal di Komunitas Yogyakarta adalah Br. Herman Yoseph Kuwat, Br. Bonifasius Kasma, Br. Valen Naryo, Br. Wensi Parut, Br. Justinus Juadi, Br. Koencoro Budi Santoso, Br. Christoforus Sangsung, Fr. Paskalis Baun BHK. Br. Andre CDD.