Semangat pembaruan menyelimuti pertemuan strategis antara Dewan Provinsi FIC dengan seluruh jajaran Organ Pembantu Dewan Provinsi dalam rangka mempersiapkan perayaan Hari Provinsi tahun 2026. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi dan dialog bersama yang sangat krusial karena agenda utamanya adalah membedah cara paling efektif untuk menghidupkan kembali marwah kongregasi di tengah dinamika dunia yang kian dinamis. Fokus utama yang menjadi dasar dari seluruh rangkaian diskusi adalah upaya mengaktualisasikan identitas FIC agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, khususnya melalui perwujudan nyata di berbagai bidang karya kerasulan yang dikelola.
Diskusi dimulai dengan kesadaran kolektif bahwa identitas religius tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu, melainkan harus mampu menjadi jawaban atas tantangan kontemporer. Para bruder menyadari bahwa nilai-nilai keutamaan yang diwariskan oleh para pendiri harus mampu diterjemahkan ke dalam bahasa zaman sekarang, baik itu dalam bidang pendidikan, sosial, maupun pembinaan kaum muda. Perubahan teknologi yang sangat cepat serta pergeseran nilai sosial di masyarakat menuntut para Bruder FIC dan para mitra kerja untuk tidak hanya bekerja secara rutin, namun juga berinovasi secara kreatif. Identitas FIC yang kuat diharapkan menjadi fondasi yang kokoh agar dalam setiap adaptasi yang dilakukan, semangat pelayanan yang tulus dan berpihak pada mereka yang membutuhkan tetap terjaga dengan murni.
Dalam pemaparan rencana strategis atau resolusi 2026, suasana ruang rapat dipenuhi dengan ambisi positif untuk melakukan transformasi yang bermakna. Setiap perwakilan dari Organ Pembantu Dewan Provinsi menyajikan peta jalan yang mengintegrasikan semangat spiritualitas dengan profesionalitas kerja. Resolusi tahun 2026 menekankan pada peningkatan kualitas kehadiran para bruder di tengah masyarakat melalui karya-karya yang lebih inklusif dan berdampak luas. Hal ini mencakup upaya modernisasi manajemen karya kerasulan tanpa menggerus nilai-nilai kesederhanaan dan persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas unik dari kongregasi. Keselarasan antara visi Dewan Provinsi dan eksekusi di tingkat organ pembantu menjadi kunci utama agar setiap resolusi yang telah disusun tidak hanya berhenti di atas kertas, namun benar-benar mendarat pada setiap pribadi yang dilayani.
Menjelang puncak perayaan Hari Provinsi, pertemuan ini juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-lini. Persiapan yang dilakukan bukan sekadar urusan teknis seremonial, melainkan sebuah gerakan batin untuk menyatukan langkah dalam pelayanan yang seragam namun tetap adaptif terhadap kebutuhan lokal di masing-masing unit karya. Para bruder berharap bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum di mana identitas FIC terpancar lebih terang melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan komitmen yang bulat, para bruder bertekad membawa perayaan Hari Provinsi sebagai titik tolak untuk memulai babak baru pelayanan yang lebih segar, berani, dan relevan bagi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan sesama di masa depan yang penuh tantangan.