Provinsialat FIC Jl Sultan Agung 133 Semarang 50234 Indonesia Tlp (024) 8312547 Fax(024)8504130 e-mail:ficindo@indosat.net.id
Jumat, 25 April 2014  - 1 User Online  




Promosi Panggilan FIC
Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Brother FIC
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC


01.12.2002 15:12:00 4024x dibaca
SEKILAS TENTANG BRUDER FIC
Oleh Admin BruderFIC

Pendiri: Ludovicus Rutten
Ko-Pendiri, Bruder pertama: Bernardus Hoecken
Tempat pendirian: di kota Maastricht, Negeri Belanda
Tanggal: 21 November 1840
Nama lengkap: Congregatio Fratres Immaculatae Conceptionis Beatae Mariae Virginis (FIC)
Nama Indonesia: Kongregasi Para Bruder Santa Perawan Yang Dikadung Tak Bernoda (Bruder FIC)

1. Latarbelakang Berdirinya Kongregasi

Kongregasi Para Bruder FIC, yang dalam bahasa Latin Congregatio Fratres Immaculatae Conceptionis Beatae Mariae Virginis, sedangkan dalam bahasa Inggris Congregation of the Brothers of the Immaculate Conception of the Blessed Virgin Mary, didirikan oleh Pastor Ludovicus Rutten 21 November 1840 di kota Maastricht, Belanda. Maastricht terletak di Belanda bagian paling selatan, dilintasi sungai Mas. Sejak abad pertengahan kemakmuran penduduk kota ini mengalami pasang surut. Pada abad kedelapan belas, kesejahteraan semakin meningkat, tetapi peningkatan ini tidak serta-merta menyediakan kehidupan ekonomis yang layak bagi semua penduduk yang jumlahnya semakin banyak. Jumlah penduduk miskin dan yang memerlukan bantuan bertambah banyak. Kebanyakan dari mereka buta huruf.

Pada tahun 1837, industri modern semakin berkembang di Maastricht. Banyak pabrik didirikan dan memaksa para pekerja untuk bekerja siang dan malam. Perempuan dan anak-anak juga dilibatkan. Upah mereka rendah. Sebagain besar pekerja hidup di bawah ukuran kelayakan. Jika sebuah keluarga menginginkan untuk dapat sekedar bertahan hidup, para ibu dan anak-anak mereka harus bekerja di rumah. Kondisi rumah mereka sangat buruk dan tidak higienis. Situasi tersebut sangat merugikan bagi perkembangan anak-anak, baik secara fisik maupun psikologis. Banyak anak berkeliaran di jalan-jalan, dan hari ke hari mereka keluar dari rumah mereka sampai bapak dan ibu mereka pulang dari kerja. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak anak yang mengalami kekosongan rohani.

2. Tokoh Pendiri Kongregasi

Situasi kota Maastricht yang seperti tersebut diatas mendorong Loduvicus Rutten, mengabdikan diri bagi pembinaan dan pendidikan anak-anak, terutama mereka yang miskin dan terlantar. Mulailah Pastor Rutten seijin pastor kepala Gereja St. Servatius, mengumpulkan anak-anak di samping sakristi Gereja, mula dari 3 anak dan dalam waktu singkat jumlah mereka bertambah banyak. Mengingat begitu banyaknya anak-anak yang didampingi, maka Rutten memulai dengan mencari bantuan dari kaum religius. Setelah melalui pelbagai upaya, akhirnya Frans Donkers, seorang pemuda dari Den Bosch menanggapi ajakan Rutten untuk memulai membentuk kongregasi. Setelah dua bulan Frans Donkers “dititipkan” di biara Bruder Karitas (FC) di Sint Truiden, ia meninggal dunia karena sakit. Dialah ‘putra pertama’ Kongregasi FIC. Pemuda berikutnya yang tertarik dengan proyek Rutten adalah Jocabus Adrianus Hoecken. Dia juga dititipkan di Sint Truiden untuk menjadi postulan. 10 Agustus 1840 dia dan temannya menerima jubah yang menandai masa novisiatnya secara resmi. Masa novisiat tersebut berlangsung pendek sekali, sebab pada tanggal 17 November tahun yang sama Rutten memanggil mereka ke Maastricht untuk memulai dengan pendirian kongregasi baru. 21 November 1840, ruangan yang dipakai sebagai kapel di rumah In De Rode Leeuw, diberkati pastor kepala paroki, lalu Rutten mempersembahkan ekaristi untuk pertama kalinya dengan para pengikutnya. Sejak itu, tanggal 21 November 1840 dipandang sebagai hari pendirian kongregasi FIC.

Pada awal berdirinya kongregasi, Br. Bernardus Hoecken (bruder FIC pertama), menjadi pemimpin pertama komunitas pertama kongregasi FIC. Pada waktu itu, dia sendiri masih seorang novis, sedang teman-teman sekomunitasnya masih berstatus sebagai calon bruder (aspiran). Pada tahun 1842, dia termasuk bruder pertama yang mengucapkan prasetia mereka. Bertahun-tahun lamanya, dia bersama Pastor Rutten memimpin persekutuan yang semakin berkembang. Sama seperti Pastor Rutten, dia merasa bahwa prioritas kerasulan adalah pendidikan dan pembinaan Kristiani.

3. Perkembangan Kongregasi

Kongregasi Bruder FIC sejak awal didirikannya tidak dimaksudkan untuk menjadi kongregasi misi, yang berkarya di luar negeri Belanda. Tetapi dalam laporan tahunan 1912, dengan hati-hati haluan kebijakan diubah sedikit: karya misi akan dibuka jika sekiranya akan ada tanda jelas dari Tuhan bahwa itu pun termasuk karisma dan tugas pengutusan kongregasi. Sudah lama dan sering ada permohonan dari seluruh penjuru dunia untuk mengutus bruder-buder FIC ke pelbagai daerah misi. Permohonan semacam itu selalu ditolak oleh Dewan Umum (pemimpin Para Bruder FIC yang berkedudukan di Maastricht Belanda) dengan alasan kekurangan tenaga dan kekurangan dana untuk membiayai karya misi. Menjelang tahun 1920 ketika jumlah anggota kongregasi makin bertambah banyak dan keadaan finansial makin bertambah kuat, dengan adanya subsidi penuh dari pemerintah Belanda untuk semua sekolah FIC. Sejak itu Kongregasi FIC ikut dibawa arus misioner yang kuat yang melanda umat Katolik Belanda, mewartakan kabar gembira Kerajaan Allah ke luar negara lain yang belum mengenal Kristus.

Pada tanggal 28 Desember 1919, ketika dirayakan pesta berdirinya 75 tahun kongregasi, ada pengumuman dari Dewan Umum bahwa pada tahun berikutnya akan dibuka rumah FIC di Yogyakarta di tanah Jawa. Dengan tujuan mendirikan sekolah-sekolah untuk mendukung karya misi Katolik di kota itu. Dengan adanya sekolah Katolik, umat yang baru bertobat (menjadi Katolik) pasti akan diteguhkan dalam pilihan agama mereka. Tujuan itu mirip sekali dengan tujuan yang dicita-citakan oleh Para Pendiri Kongregasi pada tahun 1840, yakni Pastor Rutten dan Bruder Bernardus Hoecken. Keduanya bercita-cita mendirikan sekolah Katolik sebagai sarana jitu untuk mendalami dan memelihara agama Katolik.

Dari 113 bruder yang mendaftarkan diri ke Dewan Umum untuk menjadi misionaris di Jawa, akhirnya pada pesta Paskah 1920 dimeriahkan dengan diumumkannya 5 bruder yang diutus menjadi misionaris, yakni Br. August, Br. Lebuinus, Br. Eufrasius, Br. Constantius, dan Br. Ivo. Pada hari Minggu, 8 Agustus 1920, sesudah misa agung di biara Induk De Beyart di Maastricht, Br. August dilantik sebagai pemimpin Komunitas FIC St. Fransiskus Xaverius di Yogyakarta. Kemudian 14 Agustus para misionaris pertama naik kapal Wilis dari Rotterdam, menuju apa yang pada masa itu bernama Batavia (sekarang Jakarta). Tanggal 19 September mereka sampai di Tanjung Priok dan dijemput oleh Pastor van Lith. Kelima bruder menginap semalam di Gereja Katedral dan keesokan harinya melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dengan kereta api. 20 September sore, para bruder tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta dan dijemput pastor Hoeberechts, seperior misi. Sesudah disambut di pastoran Kemementstraat (pastoran Kidul Loji sekarang), para bruder diantar ke rumah yang sekarang dikenal dengan Bruderan FIC Fransiskus Xaverius, Jl. P. Senopati 18 Yogyakarta. Sejak itu, tanggal 20 September dikenang sebagai tanggal hadirnya Para Bruder FIC di Provinsi FIC Indonesia.

Para bruder misonaris, selain berkarya di sekolah, juga berusaha menarik panggilan ke Kongregasi FIC. Buahnya, tahun 1924, sesudah empat tahun kedatangan di Jawa, Br. Aloysius Sugiardjo dan Br. Jacobus Hendrowarsito mengikrarkan kaul pertama di Maastricht. Dengan kata lain, dua tahun sesudah kedatangan lima bruder di Yogyakarta, ada dua calon bruder FIC pribumi dan keduanya menerima pendidikan sebagai bruder FIC di Belanda. Calon-calon berikutnya mengalami pendidikan sebagai calon bruder FIC di Belanda. Semenjak 1 Agustus 1936 dimulailah pendidikan calon bruder di Jawa dan sampai hari ini pendidikan tersebut berajalan terus. Dengan berkembangnya jumlah bruder FIC pribumi, maka berkembang pula jumlah komunitas dan karya yang ditangani. Para bruder tetap berusaha melanjutkan dan membangun pondasi kongregasi yang telah dibangun Pastor Rutten dan Br. Bernardus beserta para misionaris yang datang ke Indonesia.

4. Karya Pelayanan Kongregasi FIC di Indonesia

Para Bruder FIC hadir dalam pelbagi bentuk karya atau kerasulan. Berikut karya pelayanan yang ditangani para bruder FIC di Indonesia:

4.1 Pendikan Formal

Karya pelayanan bidang pendidikan Kongregasi FIC berada di bawah naungan Yayasan Pangudi Luhur (YPL) yang berpusat di Semarang. Yayasan itu mengurus lembaga pendidikan dari Playgroup, TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Di samping karya pendidikan untuk anak-anak normal, ada Lembaga Pendidikan Anak Tunarungu (SLB/B) di Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Sekolah-sekolah ini dikenal sebagai sekolah Pangudi Luhur. Karya pelayanan pendidikan tersebut tersebar di keuskupan-keuskupan: Semarang, Jakarta, Ketapang (Kalimantan Barat), Palembang, Sorong, dan Purwokerto.

4.2 Panti Asuhan Putra Santa Maria Boro

Panti asuhan ini terletak sekitar 30 km sebelah barat kota Yogyakarta. Panti Asuhan ini didirikan 25 Agustus 1938 dan hanya menampung anak-anak putra. Mereka adalah anak-anak usia Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Mereka datang atau didatangkan dari berbagai tempat, dengan alasan dan latarbelakang keluarga yang beragam. Hal yang jelas adalah mereka adalah orang-orang yang lemah, miskin, yatim, yatim piatu, dan terlantar. Di panti asuhan, mereka mendapat bekal hidup dengan belajar, bekerja, berdoa, dan juga bermasyarakat. Hal tersebut dimaksukan agar kelak mereka dapat hidup mandiri sesudah merampungkan pendidikan di panti asuhan Boro.

4.3 Asrama Anak-anak SD dan SMP Sint Louis Ambarawa

Asrama Sint Louis berdiri tahun 1928. Asrama ini menampung anak-anak usia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, yang semuanya belajar di SD dan SMP Pangudi Luhur Ambarawa. Mereka datang dari pelbagai daerah dan latar belakang yang beragam. Kesempatan belajar dan berlatih bekerja selalu mendapat bimbingan dari para bruder di asrama dan guru-guru di sekolah.

4.4 Asrama Putra-Putri SMA Pangudi Luhur van Lith Muntilan

Pada tahun 1991 terjadilah pergantian status SPG menjadi SMA yang menandai berdirinya SMA PL van Lith berserta asramanya. Asrama berfungsi sebagai piranti pemudah demi tercapainya tujuan kegiatan SMA PL van lith secara optimal. Suasana kehidupan asrama yang dipelihara dan dikembangkan adalah semangat persaudaraan sejati yang membuat warga asrama merasa aman, senang, dan kerasan. Suasana tersebut akan membantu warga asrama mengembangkan diri dalam segi intelektualitas, religiusitas, humanitas, dan sosialitas. Pendampingan dan pelatihan diberikan agar warga asrama menjadi pribadi yang berkualitas tinggi, beriman, berwatak, dan berbudi pekerti luhur dengan mengembangkan potensi-potensi secara optimal dalam bidang pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai hidup yang diperlukan untuk siap melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau hidup di tengah masyarakat. Semua cita-cita tersebut berlandaskan nilai-nilai kristiani. Untuk mencapai semua itu, semua siswa-siswi SMP PL van Lith wajib tinggal di asrama karena sistem asrama merupakan bagian tidak terpisahkan dari sistem sekolah. Untuk pengelolaan asrama putri, Bruder FIC bekerja sama dengan Kongregasi Suster Cinta Kasih Carolos Boromeus (CB).

4.5 Asrama ‘Wisma Putra Kusuma’ Ketapang, Asrama Tumbang Titi, dan Asrama Tanjung Kalimatan Barat Ketiga asrama ini mempunyai sasaran untuk menampung dan mempermudah pelaksanaan pendidikan bagi anak-anak Dayak di pedalaman yang ingin menjalani pendidikan lebih lanjut. Pendampingan di asrama ternyata sangat membantu perkembangan kepribadian dan perkembangan iman mereka. Para bruder mendampingi mereka dalam hal belajar, hidup bersama, dan hidup menggereja. Asrama-asrama tersebut sangat berarti bagi pemuda Dayak dari daerah-daerah pedalaman. Asrama WPK Ketapang diperuntukkan anak-anak usia SMP dan SMA, Asrama Tumbang Titi dan Asrama Tanjung untuk pendapingan anak-anak usia SMP.

4.6 Asrama Putri Santa Angela di Sedayu

Situasi pendidikan di asrama ternyata banyak menjadi pilihan peserta didik. Alasan mendirikan Asrama Putri Santa Angela didorong kenyataan para calon siswa khususnya dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta yang menghendaki bersekolah di SMA Pangudi Luhur Sedayu dan sekaligus di asrama. Perhatian khusus Gereja terhadap kaum perempuan memperkuat motivasi pendirian asrama putri tersebut. Selama ini banyak siswa-siswi yang indekost di dusun sekitar lokasi sekolah di Sedayu dengan sarana dan prasarana yang sangat minim. Dengan adanya asrama putri ini, pendampingan terhadap para siswi akan lebih intensif. Pendampingan dan pengkaderan generasi muda diharapkan dapat lebih membuahkan hasil yang lebih baik. Asrama ini dibuka secara resmi Oktober 2002. Dalam pengelolaannya, Bruder FIC bekerja sama dengan Kongregasi Suster Hati Kudus (HK) Teluk Betung Lampung.

4.7 Rumah Khalwat Roncalli Salatiga

Rumah Khalwat (semula Institut) Roncalli Salatiga didirikan 12 Mei 1968 dengan ditandainya Kursus Roncalli pertama 12 Mei – 15 Juni 1968. Roncalli merupakan tempat pendalaman dan penyegaran hidup rohani bagi para religius di Indonesia, baik suster, bruder, frater, dan imam. Selain menyelenggarakan Kursus Persiapan Profesi Kekal, Kursus Medior, Kursus Persiapan Senior (bagi yang akan purna karya), Kursus Lansia dan Kursus Pembimbing Rohani, Roncalli juga menyediakan diri untuk pendapingan retret baik untuk 6 hari, 8 hari , atau retret agung 30 hari. Perintis awal Roncalli adalah Br. Carlo Hillenaar dan Br. Joachim van der Linden. Sekarang, dalam pengelolaannya para Bruder FIC bekerjasama dengan pelbagai tarekat yang silih berganti anggotanya dari SJ, MSF, SPM, FCh, PI, OSU, CB, BKK, SCJ, OSF, dan lain-lain)

4.8 Rumah Retret Syalom Bandungan, Ambarawa

Pada tahun 2001, Rumah Retret Syalom Bandungan Ambarawa diresmikan penggunannya. Sebelumnya sudah beberapa tahun ada bangunan berupa rumah sederhana dan tidak begitu besar. Rumah Retret Syalom didirikan dengan maksud sebagai tempat untuk retret dan pendalaman hidup, terutama tempat pendampingan kaum muda, dari usia Sekolah Dasar sampai Sekolah Menegah Atas. Disamping itu, ada juga kelompok-kelompok mahasiswa dan umum, termasuk guru dan karyawan Yayasan Pangudi Luhur menggunakan tempat tersebut untuk olah rohani. Dalam pendampingan, staf Rumah Retret Syalom yang terdiri dari FIC, SJ,  dan AK, selain memberi materi pendalaman rohani, juga menyampaikan dalam bentuk pengembangan fisik dan mental dalam melalui outbound.

4.9 Percetakan Pangudi Luhur Muntilan (PPLM)

Percetakan Pangudi Luhur merupakan bentuk alih fungsi dari Penuangan Huruf Pangudi Luhur (PHPL) di Muntilan. Tahun 1959 PHPL didirikan atas ide awal Br. Baldewinus FIC (Direktur Percetakan Kanisius pada masa awal). Penuangan huruf sangat membantu percetakan-percetakan khususnya dalam mempersiapkan huruf-huruf, baik di Jawa maupun di luar Jawa. Perkembangan teknologi membuat keberadaan PHPL tergeser. Setelah dikaji dengan cermat, pada tahun 2002, PHPL berubah fungsi menjadi Percetakan Pangudi Luhur. Sampai saat ini PPLM dapat mengerjakan pesanan seperti mencetak buku-buku ulangan, buku lembar kerja siswa, kartu undangan, berbagai pamflet dan brosur, kalender, buku-buku kuitansi, dan sebagainya. PPLM juga melayani penjilidan buku dan majalah.

4.10 Pelayanan Sosial Tenaga Kerja (PSTK) di Muntilan

Br. Wilhelm Leensen dengan kharisma dan keberaniannya, seijin Pemimpin Kongregasi, tahun 1989 memulai karya baru, melayani para pemuda dan pemudi yang ingin memperoleh pekerjaan sesudah tamat sekolah. Sudah ribuan orang muda yang tidak mempuyai pekerjaan dibantu untuk mendapatkan pekerjaan, sebagaian besar di dalam negeri dan ada yang sampai ke luar negeri. Dengan ketrampilannya, Br. Wilhelm mencoba menjalin kerjasama dengan aneka perusahaan yang membutuhkan tenaga terampil dan berdedikasi tinggi. Untuk itu Br. Wilhelm memberi tes dan beberapa pelatihan sebelum disalurkan atau ditempatkan di perusahan-perusahaan yang membutuhkan. Tes dan beberapa latihan tersebut merupakan bekal untuk dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tuntutan perusahaan dimana mereka akan ditempatkan. Sampai dengan bulan April 2013 Br. Wilhelm sudah menyalurkan 21.535 pemuda dan pemudi di beberapa perusahaan sehingga mereka mendapatkan pekerjaan yang layak yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

4.11 Pertenunan Santa Maria Boro

Pertenunan Santa Maria Boro dalam membuat aneka produk seperti kain pel, selimut, serbet, sarung, dan lain sebagainya menggunakan alat-alat yang masih tradisional, yang sering dikenal dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Alat-alat tersebut digerakkan dengan tangan dan kaki. Tujuan didirikan pertenunan pertama-tama untuk membantu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan, khususnya di sekitar Boro, Kulon Progo. Hasil atau produk pertenunan banyak dimanfaatkan untuk sarana di rumah sakit, seragam sekolah, komunita-komunitas biara, dan keperluan di hotel-hotel.

4.12 Unit Produksi

Dari sekolah-sekolah yang dikelola Yayasan Pangudi Luhur, terdapat 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu di Muntilan dan Klaten. Di SMK PL Muntilan terdapat dua unit produksi, yaitu unit prodiksi kayu dan unit produksi logam. Berbagai hasil produksi kayu dapat dipesan misalnya segala macam kusen dan pintu/ jendela, perabot rumah tangga dan sebagainya. Adapun unit produksi logam menghasilkan pekerjaan bubut, penajaman alat, besi cor untuk pagar/ gapura, teralis jendela. Sedangkan di SMK PL Klaten mengerjakan produksi logam. Unit produksi ini membekali siswa dan siswi untuk mendapatkan ketrampilan yang sangat dibutuhkan di lapangan kerja sesudah mereka lulus.

4.13 Karya Pastoral –Timor Leste

Sejak tahun 2010 FIC mengutus anggotanya untuk berkarya di Paroki Ainaro – Timor Leste. Mereka mencoba untuk hidup ditengah-tengah umat, memperkenalkan pengembangan pertanian dan peternakan, pertukangan serta pendampingan calon. Tahun 2012 membuka komunitas baru lagi di Becora - Dili.

5. Pendidikan Calon

Dalam proses menjadi anggota Bruder FIC, ada beberapa tahapan formasi yang mesti dilalui para calon bruder. Pertama, masa persiapan atau postulat (satu tahun). Masa persiapan yang diselenggarakan setahun ini adalah masa perkenalan dengan kongregasi dan mendalami cita-cita kongregasi serta belajar beradaptasi dengan pola hidup religius. Orang menjalani masa pendidikan ini disebut Frater Postulan.

Kedua, masa Novisiat Kanonik (satu tahun). Selama tahun ini, para frater novis mendapatkan pendidikan serta bimbingan yang lebih terarah dan mendalam pada pengertian dan penghayatan hidup membiara sesuai dengan semangat dan cita-cita Pendiri FIC.

Ketiga, masa Novisiat lanjutan (selama satu tahun). Dalam tahun ini, para novis dibimbing untuk mendalami hidup Religius dalam perpaduan dengan karya kerasulan atau tugas yang diserahkan kepada mereka dalam program stage di komunitas dan tempat karya.

Keempat, masa Yuniorat. Setelah pendidikan dasar hidup religius selama tiga tahun, para novis yang terbukti memiliki semangat religius dapat diterima sebagai Bruder FIC, mengucapkan prasetia sementara. Masa prasetia sementara itu berlangsung antara 3 sampai 6 tahun. Seorang bruder muda yang tetap ingin mengabdikan diri seutuhnya kepada Tuhan dan sesamanya, dapat diterima untuk berprasetia seumur hidup.

6. Penutup

Bagi Anda tertarik lebih lanjut dengan Kongregasi FIC silahkan kunjungi web kami: www.bruderfic.or.id Untuk kontak lebih lanjut silahkan hubungi Bruder Pemimpin Provinsi FIC Indonesia dengan alamat Jl. Sultan Agung 133 Semarang 50234 dan telepon 024 – 8312547 atau Tim Promotor Panggilan Br. Agus Parno HP:08881390494




18 KOMENTAR
05.09.2007 01:13:34
Terimakasih atas tempat dan forum yang baik.

Kalau banyak kalangan yg memerlukan, tentunya masa lalu yang baik perlu utk dipertahankan dan ditingkatkan, karena di Indonesia biasanya kalau laku keras, kualitas menurun. Terima kasih.

TIRTAUTAMA  
18.01.2008 19:31:57
Saya sering mendengar tentang bruder FIC yang berkarya di bidang pendidikan namun saya baru mengetahui sejarahnya tanpa disengaja, Semoga kualitas pelayanan para Bruder FIC semakin OK, dan Tuhan senantiasa memberkati karya para Bruder FIC dan semoga semakin banyak kaum muda yang terpanggil untuk melayani Tuhan lewat hidup panggilan menjdi seorang bruder. Amiiin....
SISCHA WAHYU  
02.02.2008 14:06:16
Pax X-ty,

Saya sangat senang dg adanya kongregasi yg mempunyai web. FIC yang pertama saya tahu (semoga yg lain-lain ikut juga).Hal ini krn ketertarikan saya utk tahu sisi kehidupan lain dari kaum awam gereja (dlm hal ini kaum biarawan). Dapatkah saya menerima informasi kongregasi-2 yg lain?(Maksudnya utk perbandingan khususnya dlm bidang pelayanan).
Juga alamat semua kongregasi yg ada di Indonesia?

Terima Kasih

PRIMANDA  
01.03.2008 01:08:50
Bagus juga websitenya
Salam kenal neh

FANSISKUS SAHALA  
12.05.2008 01:35:18
Saya ingin menjdai calon Bruder FIC tahun ini...? apakah saya masih diterima ? dan bgaimana tesnya? soalnya saya di Padang - Sumatera Barat. Kalau masih bsa saya minta untuk di hubungi di 0813 7439 1729. Dari Nicolaus Tel
NICOLAUS TELAUMBANUA  
12.10.2008 21:41:10
Saya selalu dukung kalau berjalan atas nama Yesus Kristus.
Salam kenal untuk para Bruder...081389044398

DONIE  
14.11.2008 20:09:33
semoga semangat komunitas ficselalu diberkati tuhan.salam buat br tri dan bercmans,dan jga wt br yang laen.salam kenal ya. . .ni noq 081244343411
FANI MANADO  
31.05.2009 07:40:12
salam hormat utk Bruder Frans Sugi FIC,,,,salam damai n Tuhan Berkati,,,,,
FLORENTINA SISWIHANDARI  
31.05.2009 07:40:27
salam hormat utk Bruder Frans Sugi FIC,,,,salam damai n Tuhan Berkati,,,,,
FLORENTINA SISWIHANDARI  
12.09.2009 20:56:16
Mbak Tiwuk Fl. Siswihandari,
terima kasih sapaannya ya.
sudah lama tidak berjumpa.
semoga seluruih keluarga sehat dan sejahtera.
salam

FRANS SUGI  
01.06.2010 01:10:07
Salam..

Saya bangga dengan karya-karya Bruder semua. lebih-lebih yang memperhatikan bidang pendidikan. semoga karyanya dapat memajukan bangsa ini yang semakin lama seperti mundur. Tapi saya yakin rencana Tuhan pasti Indah pada waktunya. Salam untuk sahabat saya Br. Ari Apelabi. Semoga ada kesempatan dari Tuhan untuk bertemu lagi setelah beberapa tahun lalu di Muntilan.

Terimakasih

PHILIPUS HENDRO YAMLEAN  
24.07.2010 16:24:43
...Saya sekolah di SMP Pangudiluhur Bruderan Klaten lulus 1981,dan STM Leonardo Klaten lulus 1984...berkat karya bruder FIC... terima kasih bruder....
DAVID BIMO ARIOTEDJO  
15.08.2010 09:31:18
semangat nya yang menyala bangkitkan dunai dari kegelapan

]brafo bruderan FIC

WIN HENDRI  http://www.seminaripem.com
13.09.2010 06:38:58
Salam hormat untuk para Bruder FIC, terlebih yang pernah berkarya di SMP Pangudi Luhur Wedi - Klaten.
TRI WAHONO  
17.11.2010 08:22:10
kapankah brosur,formulir bruder FIC diantar ke seminari Santo Paulus Palembang,karena saat ini aku tertarik untuk bergabung menjadi anggota Bruder FIC
MATIUS WAGINO  
03.02.2011 16:17:43
Terima kasih banyak para bruder...FIC
HANDOKO  
03.02.2011 16:20:29
Terimakasih banyak para bruder FIC.....
ANTONIUS HANDOKO  
16.11.2012 23:27:58
bruder coba di evaluasi biaya sekolah, dan sistem penentuan sumbangan pendidikan yang menyusahkan orang tua. terutama sekolah favorit katholik. terima kasih
HARI SUSANTO  

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 3 ms