Notice: Use of undefined constant ewSessionIndukGet - assumed 'ewSessionIndukGet' in /home/kenz/brfic/html/artikel.php on line 11 CACAT FISIK BUKAN HALANGAN BAGI SAYA UNTUK HIDUP NORMAL :: Bruder F.I.C Indonesia ::
Provinsialat FIC Jl Sultan Agung 133 Semarang 50234 Indonesia Tlp (024) 8312547 Fax(024)8504130 e-mail:ficindo@indosat.net.id
Jumat, 28 April 2017  - 2 User Online  




Brothers FIC
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
YPL Jakarta
Promosi Panggilan FIC
Majalah Komunikasi FIC
Rekoleksi Panggilan dan Tes masuk Bruder FIC


29.02.2012 15:34:15 21036x dibaca
CACAT FISIK BUKAN HALANGAN BAGI SAYA UNTUK HIDUP NORMAL
Oleh Sdr. Petrus Canisius

Kehidupan merupakan anugrah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap insan. Manusia dilahirkan, menghirup udara, tumbuh dan berkembang, mengalami hal-hal normal dalam hidup, merasakan bahagia, sedih, sakit, sehat, adalah kumpulan betapa hidup ini sebuah dinamika yang normal. Dan, saya merasakan hal-hal yang luar biasa demikian. Tuhan telah menganugerahkan kepada saya kesempatan untuk lahir kedunia ini dan merasakan dinamika itu. Saya berkenan melewati masa-masa indah waktu kecil dan kesedihan dalam tekanan mental yang luar biasa. Salah satu sisi kehidupan, saya merasa bersyukur atas apa yang saya miliki namun disisi lain, hidup terkadang bagi saya adalah neraka dan saya menyalahkan Tuhan kenapa menanggung cacat fisik seperti ini.

Saya yang sejak lahir diciptakan dengan keadaan fisik yang tidak sempurna, tangan dan kaki kanan saya sedikit lumpuh dan tidak normal seperti layaknya orang lain yang dapat menggunakan semuanya dengan baik. Ketidaksempurnaan fisik saya banyak berpengaruh pada aktivitas saya sehari-hari. Jujur saya katakan keadaan fisik saya seperti ini tidak saya kehendaki, didalam hati dan perasaan, saya merasa marah, sangat tidak terima atas kenyataan yang ada, kehidupan saya berada pada posisi yang serba salah. Kadang kala saya depresi atas keberadaan diri ini, pergaulan saya tidak seluwes orang-orang lain. Sahabat-sahabat saya bisa bermain dengan leluasa, berlari, berenang, memanjat, belajar dengan mudah secara fisik sementara saya tidak bisa dan dibatasi oleh keadaan cacat fisik tadi. Sungguh ini sebuah neraka nyata dalam hidup.

Disetiap pergaulan, pikiran negatif saya selalu muncul, dia semacam tembok pembatas yang sangat tinggi dan sulit untuk dilewati. Diri saya berada dalam gejolak yang tidak bahagia, menerima kenyataan dalam lingkungan nasib tidak beruntung, pasrah dan mudah menyerah, bahkan sempat mengatakan Tuhan tidak adil terhadap saya. Setiap kali bergaul dengan teman-teman seusia saya dalam keseharian, selalu saja saya merasa minder, diri saya adalah yang terburuk, sangat berbeda dan tidak dapat berbuat seperti mereka.

Citra diri saya waktu itu memang demikian dan saya belum bisa menerima kenyataan ini secara normal. Saya merasa diri saya tidak dapat berbuat dan mengerjakan sesuatu seperti sahabat-sahabat saya yang lain. Mereka memiliki kesempurnaan fisik dan bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan sementara saya tidak. Keadaan seperti inilah menjadi bumerang yang membuat saya merasa terkucilkan, rendah diri, tidak sempurna dan sangat berbeda dibandingkan dengan orang lain. Saya menutup diri dan minder, iri terhadap teman-teman saya. Bahkan perasan mental itu masih ada dan selalu menyerang saya sampai saya menginjak SLTP.

Sejak masuk SLTP, saya pindah dari desa kecil dimana kedua orang tua saya tinggal, saya meneruskan pendidikan kekota kabupaten. Pada awal masa ini saya merasakan dunia yang jauh berbeda, tekanan terasa sangat kuat, hidup sepertinya tidak semakin baik. Saya ibarat berjalan sendiri, melakukan banyak aktivitas dan mengurus diri sendiri, bulan-bulan awal terasa begitu berat dan saya semakin terpuruk kedalam tekanan mental dan keminderan akut. Tuhan sepertinya memang tidak menggendong saya dalam setiap keterbatasan, saya berjalan sendiri dalam penderitaan ini, suara Tuhan tidak menggaung dalam benak saya dan itu saya biarkan saja. Masa itu Tuhan saya pandang sebagai pencipta yang tidak menghendaki saya lahir. Itulah cap-cap yang saya patri untuk membenarkan apa yang saya pikirkan karena keterbatasan tadi.
Suara Kehidupan yang Memberi Makna

Saya terbangun dari keterpurukan mental terkait fisik saya, sebuah suara dari keheningan menyapa saya dan berbisik dalam hati supaya bangkit dari keterbelakangan mental itu. Merasa minder dan tidak sempurna bukan penyelesaian masalah, keterbatasan fisik tidaklah sebuah halangan untuk terus berkembang dan maju. Beruntung saya tinggal disebuah komunitas anak rantau yang sama-sama berjuang untuk memperbaiki hidup dan intelektualitas. Saya tinggal di sebuah asrama yang dikelola oleh misionaris Katolik dan hidup bersama dengan lebih dari seratus siswa dari berbagai macam latar belakang. Semejak suara kehidupan itu membisikan maknanya kedalam hidup saya, saya mulai menyadari bahwa hal-hal negatif perusak diri adalah penyakit yang membuat saya tidak menjadi apa-apa, saya terus berjuang, melakukan banyak hal dan selalu mampu mengandalkan diri sendiri.

Sejujurnya kalau saya mau "cengeng", saya tidak bisa mencuci pakaian lantaran tangan saya sebelah kanan tergolong lumpuh, namun saya berusaha untuk melatih tangan tersebut dan saya bisa melakukannya. Saya menulis dengan tangan kiri, mengetik dengan satu tangan, memegang mouse komputer dengan tangan kiri, makan dengan tangan kiri, membawa barang-barang dengan tangan kiri. Intensitas penggunaan tangan kiri saya mungkin 90% dan hanya 10% aktivitas yang bisa dilakukan dengan tangan kanan. Satu hal yang terus saya lakukan dengan tangan kanan adalah jika saya berkenalan dengan orang atau bersalaman, saya akan berusaha menggunakan tangan kanan saya. Saya berusaha untuk menjadi kesatria walaupun dengan keterbatasan yang ada. Orang yang pertama kali salaman dengan saya pasti akan terkejut takkala menemui kenyataan bahwa saya tidak bisa bersalaman dengan normal. Tetapi itulah adanya dan saya tidak merasa itu halangan. Pada akhirnya mereka menyadari kalau saya tidak senormal mereka, mereka maklum dan kita bersahabat.

Saya menyadari bahwa keterbatasan fisik dan cacat sejak kecil bukanlah halangan terbesar yang membatasi saya untuk maju dan bergaul dengan mudah. Saya mengalami hal-hal buruk, bahagia dan sedih, sakit dan sehat. Jatuh cinta dan merasa ditinggalkan. Kehidupan saya normal ketika saya menerima keberadaan diri, saya mulai bisa berjalan dan merasa bahwa Tuhan menyentuh saya lewat banyak hal termasuk keterbatasan fisik tadi.

Suara Kehidupan yang Memberi Makna

Saya menyadari apa yang dikatakan orang-orang di sekitar saya yang terus mendorong dan memberikan semangat, mereka membuka ruang dan tidak membatasi apapun dari saya. Akhirnya, saya berani membuka diri dan hidup layaknya orang lain. Ini sebuah anugerah indah bagi hidup saya.
Saya terus memperbaiki diri dan perlahan-lahan membuang jauh pikiran negatif yang selama ini melekat dalam diri saya. Dan, ternyata, semuanya terpusat pada pikiran. Alam semesta memberikan energinya tergantung pada apa yang manusia pikirkan. Ketika saya berfikir negatif alam semesta juga memberikan hal-hal negatif dan ketika saya menerima kehidupan secara positif, alam semesta juga berpihak kepada saya. Ini sebuah rahasia kehidupan dan saya bersyukur mengalami kedua hal itu.

Ketika saya merasa minder, saya membatasi diri dari dunia luar, kehidupan berada dalam tekanan dan saya adalah sosok yang "nggak banget". Saya merasa sekali ternyata berpikir demikian hanyalah perasaan kita sendiri dan membuat kita semakin tidak berdaya. Tidak berdaya yang saya maksudkan adalah bahwa apabila saya terus-terusan menggulung diri dalam lingkaran negatif maka saya tidak akan maju.
Perasaan minder, takut, malu dan malas merupakan suatu pikiran yang buruk atau prasangka buruk yang sebenarnya diri kita sendiri membuat dalam artian berpikiran demikian negatifnya pada diri sendiri. Padahal kita di dalam hidup masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, namun yang perlu untuk diperhatikan adalah bagaimana untuk menyikapi hal tersebut secara positif.

Didalam hidup seringkali kita tidak mengenal dan sengaja untuk tidak mau memahami sekaligus mempelajari makna dari hidup itu. Bahkan tidak mengenakan adalah ada beberapa orang yang tidak menerima nafas kehidupan yang diberikan-Nya. Tidak sedikit orang cenderung tidak menerima pemberian yang maha kuasa dalam hal ini menyangkal diri dengan tidak mau menerima keadaan dalam dirinya dengan tidak mengakui kekurangan yang ada di dalam dirinya berupa keadaan fisik yang tidak sempurna seperti orang yang lahir lainnya. Padahal suatu sumber kehidupan itu merupakan salah satu modal utama untuk berusaha bagaimana kita seharusnya untuk dapat berjuang dan mampu mengalahkan kekurangan yang ada dengan cara menggunakan akal dan pikiran kita.

Setiap orang yang lahir ke dunia ini pada hakikatnya sama prosesnya, akan tetapi dalam setiap orang pasti ada ada perbedaan baik fisik dan anugrah didalam kehidupan. Pada kenyataan banyak orang yang tidak menerima pemberian dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Banyak orang yang lahir kedunia tidak mau menerima kenyataan yang ada, bahkan tidak sedikit yang mengambil jalan pintas karena tidak menerima arti kehidupan. Misalnya saja bahkan orang yang sempurna fisiknya pun tidak berarti ia menerima sepenuhnya makna dan arti kehidupan.
Kehidupan pada hakekatnya adalah patut dan layak untuk disyukuri sebagai Anugrah yang tiada tara. Anugrah yang tiada tara tersebut adalah tidak mungkin dapat kita balas terhadap Tuhan, terkecuali dengan kita bagaimana untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain didalam kehidupan kita. sebagai mahkluk yang dikatakan sempurna dari mahkluk-mahkluk lain sudah selayaknya lah kita mengucap Syukur dengan memaknai hidup ini untuk berkarya dengan menggunakan akal dan pikiran secara positif.

Banyak orang-orang hebat, cerdas, dan terkenal karena salah satunya oleh kekurangan fisik dalam hal ini mereka cacat, apapun wujudnya tetapi mereka miliki kemauan dan berusaha bagaimana mengatasi kekurangan tersebut dengan berkarya. Berusaha dengan sekuat tenaga memutarkan akal dan pikiran adalah salah satu wujud nyata untuk memaknai kehidupan. Makna dan arti kehidupan pada hakikatnya memiliki fungsi dan tujuan yang sama yaitu bagaimana kita, anda dan saya untuk dapat memaknai kehidupan sebagai tujuan untuk dapat memperoleh, menciptakan, dan berbuat nyata dengan berkarya sesuai dengan keinginan sesuai apa yang kita inginkan, kuncinya tinggal bagaimana kita dapat berusaha dan terus menerus menghilangkan perasaan minder atau tidak Percaya Diri yang ada dalam diri kita.

Setelah saya menyadari semuanya itu saya berani mencoba untuk menyatu dengan teman-teman lain untuk dapat bersosialisasi, bersahabat, dan akrab dengan orang disekitar saya. Pada dasarnya orang-orang disekitar saya sudah mengetahui dan menerima keadaan saya. Sebelumnya saya berpikir dan merasakan bahwa hidupku tidak berarti sama sekali bagi orang tua dan orang lain. Motivasi dan semangat dari orang-orang disekitar kehidupanku terlebih orang tua, membuat saya semakin kuat, tegar dan termotivasi dengan keadaan saya untuk bagaimana berani membuka diri dan mencoba menerima keadaan yang dimiliki sebagai salah satu anugrah didalam kehidupan ini.

Kehidupan kita yang serba berkekurangan seharusnya jangan dijadikan sebagai sebagai suatu hambatan untuk terus berkembang, bergaul dan akrab dengan dengan sesama serta menjalin persahabatan dengan siapapun tanpa terkecuali karena itu semua sebagai pelajaran hidup. Disitu kita akan menemukan makna kehidupan yang sebenarnya. Dari waktu kewaktu diri saya tidak lagi merasakan bahwa kekurangan yang kita miliki sebagai penghambat akan tetapi menjadikannya sebagai salah satu acuan bagi kita untuk maju seolah kita tidak merasa kurang satu apapun. Pada kurun waktu hampir sepuluh tahun hidup saya penuh dengan perasaan yang khawatir dan tidak menerima kenyataan lama kelamaan berbalik arah yakni dengan berpikiran positif dan merasa terpacu semangat untuk dapat berkarya seperi orang lain.

Berusaha bangkit dari keterpurukan merupakan salah satu langkah yang harus kita ambil karena kehidupan kita hanya sekali. Kita, anda dan saya tentu ingin merasakan suatu anugrah yang luar biasa dari kehidupan yang diberikan oleh-Nya. Saya merasakan sekali bahwa keadaan fisik atau apapun yang menjadi halangan, jangan dijadikan sebagai salah satu hambatan. Justru sekarang saya merasakan hidup lebih berarti dengan keadaan seperti pada ini, keberanian dan kepercayaan diri dan berani untuk berusaha seperti teman teman-teman lainnya adalah salah satu modal keberhasilan bangkit dari keadaan. Ada salah satu pedoman yang menjadikan semangat saya terpacu, yakni perkataan dari Bapak saya yang menyatakan: "Keadaan fisik mu memang tidak sempurna seperti orang yang lainnya, akan tetapi kamu diberikan akal dan pikiran yang sama oleh Tuhan gunakan itu sebagai pelengkap kekurangan yang kamu miliki".

Sungguh sangat luar biasa ungkapan dari kata-kata itu, dari pernyataan itu saya semakin percaya bahwa kekuranan bukanlah sebagai salah kendala untuk berjuang dalam hidup, akan tetapi sebagai modal kita semakin kuat dan dapat berbuat sesuatu dan berkarya dalam sisa-sisa hidup kita. Saya merasa sangat berhutang budi terhadap orang tua dan orang-orang disekitar ku khususnya teman-teman, karena mereka hidup saya dapat merasa sama seperti mereka semua. Saya merasa didalam hidup ini memang tidak ada yang tidak mungkin, seperti apa yang di katakan oleh Tuhan. Akan tetapi itu tergantung pada diri kita masing-masing pula bagaimana untuk melaksanakan itu semua.

Pengembangan diri kearah yang lebih baik dan berusaha untuk membuka diri adalah kunci kita dan anda semua untuk berkembang dan maju menuju masa depan. Hidup kita yang diberikan oleh Tuhan hanya sekali saja, berbuatlah sesuatu yang baik terhadap semua, temukan makna hidup didalam diri kita. Keterbatasan pada diri janganlah dijadikan sebagai suatu alasan untuk tidak bertindak, akan tetapi jadikan keterbatasan itu sebagai langkah untuk memacu semangat dan motivasi diri kearah positif. Hidup dalam keadaan terbatasan memang suatu tidak mengenakan, akan tetapi kita ditantang berani atau tidak untuk mengalahkan perasaan kita yang terkadang cenderung menutup diri.

Didalam kehidupan sehari-hari kita dan mahkluk ciptaan yang lainnya memang tidak lepas dari dukungan orang lain, namun kita jangan terlalu bergantung. Bukankah didalam diri kita masing-masing memiliki akal dan pikiran yang sebenarnya merupakan bahan dan sumber kreasi kita untuk melangkah dan berjuang kearah yang kita mau dalam artian dengan tindakan dan pikiran positif pula.

Pada akhirnya didalam memaknai kehidupan ada salah satu kunci utama yang harus dilaksanakan yaitu adalah bagaimana kita untuk terus menerus berpikir positif. Berpikir positif adalah salah satu sumber utama bagi kita, anda dan saya untuk dapat serta mampu menakluk rasa kekurangan-kekurangan yang kita miliki. Dengan berpikiran poitif maka kita akan mampu membuat semuanya berjalan dengan baik apapun bentuknya. Sudah selayaknya kita mensyukuri berbagai anugrah terindah dari Tuhan. Sampai saat ini aku sangat mensyukuri arti hidup dan kasih, persahabatan dari sesama dan berkarya. Kasih Berusaha dengan sekuat tenaga dibarengi oleh semangat tinggi adalah salah satu tekad kuat untuk mencoba maju dari segala sesuatu yang ada dalam kehidupan, pasti bisa dilakukan. Bukankah kekurangan itu adalah salah satu modal besar bagi kita untuk dapat berkarya.

Alumni Asrama WPK Ketapang, Kalbar tahun 1997-2002, sekarang bekerja di Yayasan Palung (GPOCP); sebuah lembaga konservasi orangutan dan habitatnya.
Aktif di koor paduan sura AMBA.




25 KOMENTAR
06.03.2012 09:34:47
klo sya cacat mata (juling),sya tdk pumya tman sama sekali krn minder, nyari pekerjaan juga sulit walaupun pumya ijazah SMU, trus klo kyak gini gimana bisa dapet jodoh?
Pa yg hrs q lakukan? qmu benar rasa marah & kecewa pada Tuham ini slalu menghantui.bner@ tersiksa ya punya cacat fisik.
Masa depan suram ???

HERI  http://rizmacell.blogspot.com
16.03.2012 21:46:54
penerimaan diri yg luar biasa, inspiratif sekali kawan, teruslah berjuang, ada banyak orang yang begitu membutuhkan inspirasi ini
TONY  
28.03.2012 16:07:20
Penghargaan terhadap diri yang luar biasa, tidak semua orang bisa seperti kamu sahabat...

CICILIA KARTIKA  
01.04.2012 13:35:26
terima kasih teman....
sharing Anda memberi inspirasi baru bagi saya...
meskipun saya melihat tetapi sering buta terhadap diri sendiri....meski mendengar tetapi sering pula tuli terhadap bisikan Allah....meskin dapat berjalan tetapi sering kali lumpuh dan tidak mau maju....
terima kasih teman....selamat berjuang menemukan arti hidup yang baru dari setiap pengalaman.....

FLORI  
16.04.2012 04:01:44
sama seperti saya, saya tidak memiliki, tangan kanan yang normal, bisa di bilang lumpuh, saya mohon bantuan untuk mengembangkan diri saya. adakah yang bisa membantu saya? saya hanya lulus sd, umur saya 17 tahun, kalo ada yang bisa membantu, ini no telpon saya, 0838 7545 3835
PUTRA  
16.04.2012 11:54:42
Terimakasih bagi teman-teman semua yang sudah mau membaca pengalaman tentang saya. mudah-mudahan bermanfaat. satu hal yang mungkin dapat diambil kesimpulan dari tulisan saya ini " Slu bersyukur dalam setiap keadaan, terimalah diri apa adanya".

Buat Putra : Terus semangat, berusaha untuk tidak minder dan terus berkarya apa yg bisa di kembangkan dalam potensi diriMU. Jangan malu, jangan takut untuk maju & berkembang. semua orang pasti mendukungmu, saya yakin Putra bisa untuk bangkit dari keadaan.

Salam & Tuhan Memberkati.

PETRUS KANISIUS  
30.06.2013 22:09:17
saya juga sakit terkena tumor dari usia saya 5 tahun
INTAN SARASWATI  
04.08.2013 19:26:09
Luar biasa sharingX..Kdg sy jg prnh brfkir bgmn klo sy mNjdi sPt tmn2 yg trlahir cacat fisik. Tentu perlu energi yg kuat tuk bs trima kondisi d luar kwajaran. Salam&berkah dalem+
BEATA  
02.08.2014 08:40:58
Saya jga seperti yg di katakan itu saya mersa dlm dunia terkurung
sungguh org cacat seperti kami sgt menyediakan sekali

PERNANDO  
16.12.2014 20:59:37
Saya rizki
saya terlahir tidak sempurna dari bayi sampai sekarang telinga saya yg kiri tidak bisa mendengar, hanya alis kanan saya yg diangkat, bibir saya tidak busa senyum sempurna seakan akan badan saya terbelah sebelah yg kiri kurang tenaga dan yg kanan penuh dengan tenaga, saya sempat pasrah dan ingin operasi tapi aku ingat bahwa jika kita mengubah ciptaan tuhan itu sama saja menghina tuhan semenjak aku tahu itu aku jadikan kekurangan aku menjadi kelebihan.

Terima kasih kisah inspirasi anda ini sangat memotivasi sayaa lebih semngat lagii :)

RIZKI ENTIS SUTISNA  
16.03.2015 06:50:40
saya terlahir tdak sempurna
kaki saya lumpuh mulai dari lahir sehingga membuat saya tdak bsa berjalan
saya lulus smk jurusan komputer tpi saya blum dapat pekerjaan
klw ada yg punya pekerjaan untk orang seperti saya bsa hubungi 087749510934

PUTRA SUWITO  http://putradrax.blogspot.com
08.06.2015 12:07:09
Saya cacat mata (juling), saya juga cacat kaki. yang dapat saya lakukan hanyalah berusaha mengembangkan potensi. namu ketika ada orang yang mengucilkan saya, disitu saya menjadi sangat turun... saya berdiam tanpa aktivitas. karena saya nyadar ucapan kucilan itu disatu sisi benar, di satu sisi membuat saya down.
thanks yaa shareing kamu buat aku sadar, kalau hidup tidak harus duduk di tempat tidur :D

NENDEN SRI LESTARI  
13.06.2015 22:00:41
Sy trlhr dgn keadaan kaki kiri hny memiliki 1 jari, tangan kanan ga da jari & tangan kiri memiliki 4jari tp kcl2. Sy jg sm sprti pnulis. Sjak kcl sy sring mrasa minder. Apa lg saat ingn brsalaman dgn orng lain sy hrs mnggunakn tgn kiri krn yg kanan ga da jari. Dlu sy jg sring skali mnyalahkn tuhan krn trlhr dgn keadaan ca2t. Namun almrhum ibu slu brpsan bhw aq hrs smgt & bsa memproleh pndidikn yg baik sm sprt orng normal. Krn blm tntu mrka lbh hebat dr sy. Akrhny aq smkn smgt dlm mnjalani hidup & akrhny aq bs memprolh glar SH. Namun saat aq mncari pkrjaan tdk sdkt prusahaan yg mnolakq. Tp aq ttp brusaha smgt. Krn aq brpkr tuhan pst sudah mnyiapkn rancangn yg indah bwtq krn itulh alasan tuhan membiarknq tuk ttp lhr kdunia mskipun dlm keadaan ca2t. Puji Tuhan akhrny saat ni sy sudah bkrj dkntr notaris. Bwt tmn2 yg sulit mndpt pkrjaan krn ktebatasan fisik. Ayo smangat trs & jgn lp doa mohon ptunjuk tuhan. Klu sy bsa klian jg pst bsa. Blm tntu yg smpurna lbh hebat dr kta. Mr kta tunjukkn kpd org2 yg mremehkn kta klu kta mampu brsaing dgn mreka.
MIA  
28.06.2015 20:57:26
Nama saya Aji, umur saya baru saja 15 th saya cacat mata juling sejak kecil tapi bukan dari lahir . Saya menjalani hidup seperti biasa... Tapi saat ada seseorang yang mengucilkan saya, saya merasa sangat marah dan waktu itu juga saya biasa langsung menghajar orng itu.. .menurut saya kita yg merasa cacat jangan takut untuk menjadi normal tuhan pun berkata.: ketika kita punya masalah jgn sampai org lain mengetahui masalah kita... Dan jgn sampai mengucilkan diri sendiri..
AJI  
17.08.2015 22:50:01
Usia saya hampir 15 thn , saya mengidam mata julinh sejak masih kecil setelah saya sekolah dan mengerti tentang nama nya di ejek saya selalu di ejek dengan kata jereng sebrnarnya saya juga skit hati dan merasa down bila ada yg mengejek saya seperti itu akan tetapi saya selalu diam dan tdk berontak. Saya yakin dari kekurangan saya pst ada sesuatu yg allah rencanakan:) saya sedih hidup dengan mata juling sebab kakak2 saya normal hanya saya saja yg mata nya tdk normal bagi yg tau cara menyembuhkannya tlg beri tahu sayaa , terimakasih:)
ALFADILAH KUSUMAPUTRI  
28.08.2015 00:17:16
Tiada yang sempurna di dunia ini semua serba kekurangan.. syukuri apa yang kita miliki.. meski aku sendiri cacat. di tinggalkan istri dengan lelaki lain tapi aku berusaha untuk teap berdiri demi masa depan anak ku satu" mya yg ikut aku..
DERAY  
10.10.2015 23:48:42
Kaki sy jg cacat sjk lahir,, pernh jg mngalami penolakan diri n minder,, ejekan dr org lain membuat sy bangkit scr mental,karna orang cacat berhak bahagia n sukses dlm mjlni hidup ini,..
AGUSTINA  
07.12.2015 23:09:06
Untuk teman-teman, syukuri apa yang telah kita miliki sekarang. Karena belum tentu orang lain bisa seberuntung kita saat ini.
RIRIS  
19.02.2016 23:38:08
Saya jg mempunyai ktrbtsn fsik,tgn kiri diamputasi krna kclkaan,tpi saya tk prnh mnjdikn kkrgn ini spy tdk bgkt,sya sdh bkrja walaupun cm mgndlkn tgn 1,yg pasti apapun keadaan kt tetap optimis dan prcya diri bahwasanya kt bs
TITIN MARLITA  
06.03.2016 05:09:43
saya jg pya kkrg fisik sy py tumor d blkg punggung.usia sy 31thn.sy sgt minder sy gk py tmn.krn mnjauhi.tp sy ikhls.krn d blik ini smua trsmpn rencana indah bt sya
DEWI MELASARI  
14.07.2016 10:46:53
Assalamualaikum. Saya ginjung usia 24thn. Mau menuju wisuda s1 oktober nanti.saya menderita mata juling sejak lahir. Saya terlahir kembar dampit (cowok cewek)..kembaran cwokq alhamdulillah matanya normal.aku sedang bingung karena sudah mencari pekerjaan.mencari jodoh jg susah..
GINJUNG  
07.08.2016 14:03:54
Bolehkah saya mewawancarai pak petrus saya dari Institut Pertanian Bogor. Terimakasih maaf mengganggu
JULEHA PERMATASARI  
02.02.2017 09:39:01
saya sempurna sih tapi aku agak pendek dan muka saya agak tua dari umur saya menjadikan saya merasa minder kalu sama teman teman seusia saya. lepas baca post ini aku jadi semangat lagi makasih ya buat yang post ini semoga semangat selalu good luck :-)
ACOK  
19.02.2017 11:40:51
aku normal..tp sering merasa cacat..gara2 jerawat :D
maafkan aku tuhan..selalu mengeluh

DHEA  
26.03.2017 22:19:49
Sama kawan saya juga memiliki cacat mata dari lahir ..
itu membuat saya minder, kadang juga menangis di malam hari,meratapi nasib..
yg saya pikirkan adalah masa depan

JOKO HANDOKO  

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 3 ms