Ludovicus Rutten (FIC) Putra Maria

Ludovicus Rutten (FIC) Putra Maria

Tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan ini. Itulah iman kita. Sebab, pada setiap peristiwa tak ada yang luput dari perhatian Allah. Begitu juga dengan peristiwa kelahiran Ludovicus Rutten, dan kelahiran Kongregasi FIC.

Itulah yang menjadi kesaksian pemazmur (139:1-17): “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.”

“Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.”

“Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”

“Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.”

“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!”

Louis Rutten lahir pada tanggal 8 Desember 1809. Saat Rutten lahir, Dogma Maria yang Terkandung Tak Bernoda belum ditetapkan. Setelah diperdebatkan selama berabad-abad oleh para teolog Abad Pertengahan, doktrin tersebut akhirnya ditetapkan secara resmi sebagai dogma Gereja melalui bula Ineffabilis Deus yang dikeluarkan oleh Paus Pius IX pada tahun 1854. Sebagai perantara dogma ini, melalui hasil Konsili Trento (1545–1563), Gereja mengakui bahwa Maria dibebaskan dan dijauhkan dari dosa-dosa pribadi.

Hari kelahiran Rutten lekat dengan Maria, yaitu pada tanggal 8 Desember, tanggal yang dikhususkan untuk berdevosi kepada Maria yang Terkandung Tak Bernoda. Bila pada akhirnya Rutten menamai Kongregasi para bruder yang dilahirkannya dengan nama Kongregasi Para Bruder Santa Perawan Maria yang Terkandung Tak Bernoda, bolehlah kita hayati dua realitas itu bukan sebagai kebetulan semata.

Dalam rencana (proyek) Rutten, ia merancangkan untuk pendirian sebuah serikat hidup bersama untuk para pria yang tidak menikah. Saat merumuskan proyeknya Rutten masih belum menemukan kepastian Namanya. Tetapi yang selintas muncul dalam angannya mungkin akan bernama Para Bruder Belas Kasih, Para Bruder Papa Miskin atau yang sejenis itu. Pada akhirnya Rutten menetapkan nama kongregasi yang dilahirkannya adalah Kongregasi Para Bruder Santa Perawan Maria yang Terkandung Tak Bernoda.

Dalam rangkaian peristiwa hidup Ludovicus Rutten sejak hari kelahirannya, proses penetapan dogma Maria yang Terkandung Tak Bernoda, juga kelahiran Kongregasi FIC yang Bernama sekaligus berlindung kepada Santa Perawan Maria yang Terkandung Tak Bernoda, kita saksikan jalinan kisah bersama Maria. Ludovicus Rutten lahir pada hari yang diistimewakan bagi Maria. Akhirnya Rutten pun melahirkan suatu Kongregasi yang ia beri nama dan serahkan hidupnya dalam perlindungan Maria. Bolehlah dikatakan Kongregasi FIC secara spiritual lahir dari Maria pula.

Pada rangkaian kisah dan peristiwa itu kita sungguh ditunjukkan misteri Allah yang hadir dan terlibat dalam kehidupan Ludovicus Rutten dan Kongregasi FIC. Tentu tidak berlebihan bila dihayati bahwa Kongregasi FIC lahir dalam rencana dan kehendak Allah melalui Bunda Maria.

Tidak berlebihan pula bila para Bruder FIC hingga hari ini meletakkan kehidupan dirinya dan Kongregasi FIC dalam perlindungan Bunda Maria yang Terkandung Tak Bernoda, sebab Kongregasi ini lahir dari kerahiman Allah – lewat rahim Maria. Bahkan, tidak berlebihan pula bila setiap bruder FIC sesungguhnya punya tempat spiritual yang istimewa dalam kerahiman Maria. Setiap Bruder FIC adalah putra Maria yang Terkandung Tak Bernoda.