Provinsialat FIC Jl Sultan Agung 133 Semarang 50234 Indonesia Tlp (024) 8312547 Fax(024)8504130 e-mail:ficindo@indosat.net.id
Kamis, 23 Oktober 2014  - 5 User Online  




Brother FIC
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
YPL Jakarta
Promosi Panggilan FIC
Majalah Komunikasi FIC
Bruder Muda FIC
Blog milik Der Wahyu
Blog milik Der Wahyu


26.05.2004 08:16:00 54176x dibaca
PERENCANAAN KARIER SEJAK DINI
Oleh Admin BruderFIC

Pekerjaan (occupation, vocation, career) merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia dewasa yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Penelitian Levinson (dalam Isaacson, 1985) menunjukkan bahwa komponen terpenting dari kehidupan manusia dewasa adalah: (1) keluarga, dan (2) pekerjaan. Dua komponen tersebut sangat menentukan kebahagian hidup manusia, sehingga tidak mengherankan jika masalah pekerjaan dan keluarga praktis menyita seluruh perhatian, energi, dan waktu orang dewasa.

Menurut Herr dan Cramer (dalam Isaacson, 1985) pekerjaan memiliki peran yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia, terutama kebutuhan ekonomis, sosial, dan psikologis. Secara ekonomis orang yang bekerja akan memperoleh penghasilan/uang yang bisa digunakan untuk membeli barang dan jasa guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Secara sosial orang yang memiliki pekerjaan akan lebih dihargai oleh masyarakat daripada orang yang menganggur.

Secara social orang yang bekerja mendapat status sosial yang lebih terhormat daripada yang tidak bekerja. Lebih jauh lagi orang yang memiliki pekerjaan secara psikologis akan meningkatkan harga diri dan kompetensi diri. Pekerjaan juga dapat menjadi wahana yang subur untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki individu.

Pekerjaan tidak serta merta merupakan karier. Kata pekerjaan (work, job, employment) menunjuk pada setiap kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa (Isaacson, 1985); sedangkan kata karier (career) lebih menunjuk pada pekerjaan atau jabatan yang ditekuni dan diyakini sebagai panggilan hidup, yang meresapi seluruh alam pikiran dan perasaan seseorang, serta mewarnai seluruh gaya hidupnya (Winkel, 1991). Maka dari itu pemilihan karier lebih memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang dari pada kalau sekedar mendapat pekerjaan yang sifatnya sementara waktu.

Mengingat betapa pentingnya masalah karier dalam kehidupan manusia, maka sejak dini anak perlu dipersiapkan dan dibantu untuk merencanakan hari depan yang lebih cerah, dengan cara memberikan pendidikan dan bimbingan karier yang berkelanjutan.

Tahap-tahap Perkembangan Karier
Menurut Ginzberg, Ginsburg, Axelrad, dan Herma (1951) perkembangan karier dibagi menjadi 3 (tiga) tahap pokok, yaitu:
- Tahap Fantasi : 0 – 11 tahun (masa Sekolah Dasar)
- Tahap Tentatif : 12 – 18 tahun (masa Sekolah Menengah)
- Tahap Realistis : 19 – 25 tahun (masa Perguruan Tinggi)

Pada tahap fantasi anak sering kali menyebutkan cita-cita mereka kelak kalau sudah besar, misalnya ingin menjadi dokter, ingin menjadi petani, pilot pesawat, guru, tentara, dll. Mereka juga senang bermain peran (misalnya bermain dokter-dokteran, bermain jadi guru, bermain jadi polisi, dll) sesuai dengan peran-peran yang mereka lihat di lingkungan mereka. Jabatan atau pekerjaan yang mereka inginkan atau perankan pada umumnya masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya dari TV, video, majalah, atau tontonan maupun tokoh-tokoh yang pernah melintas dalam kehidupan mereka. Maka tidak mengherankan jika pekerjaan ataupun jabatan yang mereka sebut masih jauh dari pertimbangan rasional maupun moral. Mereka memang asal sebut saja pekerjaan yang dirasa menarik saat itu. Dalam hal ini orang tua dan pendidik tidak perlu cemas atau pun gelisah jika suatu ketika anak ternyata menyebut atau menginginkan pekerjaan yang jauh dari harapan orang tua atau pun pendidik. Dalam tahap ini anak belum mampu memilih jenis pekerjaan/jabatan secara rasional dan obyektif, karena mereka belum mengetahui bakat, minat, dan potensi mereka yang sebenarnya. Mereka sekedar berfantasi saja secara bebas, yang sifatnya sama sekali tidak mengikat.

Tahap tentatif dibagi menjadi 4 (empat) sub tahap, yakni: (1) sub tahap Minat (Interest); (2) sub tahap Kapasitas (Capacity); (3) sub tahap Nilai (Values) dan (4) sub tahap Transisi (Transition). Pada tahap tentatif anak mulai menyadari bahwa mereka memiliki minat dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Ada yang lebih berminat di bidang seni, sedangkan yang lain lebih berminat di bidang olah raga. Demikian juga mereka mulai sadar bahwa kemampuan mereka juga berbeda satu sama lain. Ada yang lebih mampu dalam bidang matematika, sedang yang lain dalam bidang bahasa, atau lain lagi bidang olah raga.
Pada sub tahap minat (11-12 tahun) anak cenderung malakukan pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan hanya yang sesuai dengan minat dan kesukaan mereka saja; sedangkan pada sub tahap kapasitas/kemampuan (13-14 tahun) anak mulai melakukan pekerjaan/kegiatan didasarkan pada kemampuan masing-masing, di samping minat dan kesukaannya. Selanjutnya pada sub tahap nilai (15-16 tahun) anak sudah bisa membedakan mana kegiatan/pekerjaan yang dihargai oleh masyarakat, dan mana yang kurang dihargai; sedangkan pada sub tahap transisi (17-18 tahun) anak sudah mampu memikirkan atau "merencanakan" karier mereka berdasarkan minat, kamampuan dan nilai-nilai yang ingin diperjuangkan.

Pada usia perguruan tinggi (18 tahun ke atas) remaja memasuki tahap reasiltis, di mana mereka sudah mengenal secara lebih baik minat-minat, kemampuan, dan nilai-nilai yang ingin dikejar. Lebih lagi, mereka juga sudah lebih menyadari berbagai bidang pekerjaan dengan segala konsekuensi dan tuntutannya masing-masing. Oleh sebab itu pada tahap realistis seorang remaja sudah mampu membuat perencanaan karier secara lebih rasional dan obyektif. Tahap realistis dibagi menjadi 3 (tiga) sub-tahap, yakni sub-sub tahap (1) eksplorasi (exploration), (2) kristalisasi (chystallization), dan spesifikasi/penentuan (specification).

Pada sub tahap eksplorasi umumnya remaja mulai menerapkan pilihan-pilihan yang dipikirkan pada tahap tentatif akhir. Mereka menimbang-nimbang beberapa kemungkinan pekerjaan yang mereka anggap sesuai dengan bakat, minat, serta nilai-nilai mereka, namun mereka belum berani mengambil keputusan tentang pekerjaan mana yang paling tepat. Dalam hal ini termasuk di dalamnya masalah memilih sekolah lanjutan yang sekiranya sejalan dengan karier yang akan mereka tekuni. Pada sub tahap berikutnya, yakni tahap kristalisasi, remaja mulai merasa mantap dengan pekerjaan/karier tertentu. Berkat pergaulan yang lebih luas dan kesadaran diri yang lebih mendalam, serta pengetahuan akan dunia kerja yang lebih luas, maka remaja makin terarah pada karier tertentu meskipun belum mengambil keputusan final. Akhirnya, pada sub tahap spesifikasi remaja sudah mampu mengambil keputusan yang jelas tentang karier yang akan dipilihnya.

Dalam buku edisi revisinya Ginzberg dkk (1972) menegaskan bahwa proses pilihan karier itu terjadi sepanjang hidup manusia, artinya bahwa suatu ketika dimungkinkan orang berubah pikiran. Hal ini berarti bahwa pilihan karier tidaklah terjadi sekali saja dalam hidup manusia. Di samping itu Ginzberg juga menyadari bahwa faktor peluang/kesempatan memegang peranan yang amat penting. Meskipun seorang remaja sudah menentukan pilihan kariernya berdasar minat, bakat, dan nilai yang ia yakini, tetapi kalau peluang/kesempatan untuk bekerja pada bidang itu tertutup karena "tidak ada lowongan", maka karier yang dicita-citakan akhirnya tidak bisa terwujud.

Tokoh lain yang banyak membahas masalah perkembangan kerier adalah Donald Super. Ia menulis banyak buku yang berkaitan dengan pengembangan karier. Beberapa di antaranya adalah: The Psychology of Career (1957), dan Career and Life Development (1984). Ia juga menyusun beberapa tes untuk menilai tingkat kematangan vokasional, a.l.: Carrer Development Inventory, Career maturity Test, dan Vocational Maturity Test.

Menurut Super perkembangan karier manusia dapat dibagi menjadi 5 (lima) fase, yaitu: (1) fase pengembangan (Growth) yang meliputi masa kecil sampai usia 15 tahun. Dalam fase ini anak mengembangkan bakat-bakat, minat, kebutuhan, dan potensi, yang akhirnya dipadukan dalam struktur konsep diri (self-concept structure); (2) fase eksplorasi (exploration) antara umur 16-24 tahun, di mana saat ini remaja mulai memikirkan beberapa alternatif pekerjaan tetapi belum mengambil keputusan yang mengikat; (3) fase pemantaban (establishment), antara umur 25 – 44 tahun. Pada fase ini remaja sudah memilih karier tertentu dan mendapatkan berbagai pengalaman positif maupun negatif dari pekerjaannya. Dengan pengalaman yang diperoleh ia lalu bisa menentukan apakah ia akan terus dengan karier yang telah dijalani atau berubah haluan. (4) fase pembinaan (maintenance) antara umur 44 – 65 tahun, di mana orang sudah mantab dengan pekerjaannya dan memeliharanya agar dia bertekun sampai akhir; (5) fase kemunduran (decline), masa sesudah pensiun atau melepaskan jabatan tertentu. Dalam fase ini orang membebaskan diri dari dunia kerja formal.

Pemaparan dua tokoh di atas, Ginzberg dan Donald Super, memberi petunjuk yang jelas bagi kita bahwa karier adalah permasalahan sepanjang hidup. Maka ada pepatah yang mengatakan bahwa karier itu merupakan persoalan sejak lahir sampai mati 'from the birth unto the death' atau 'from the womb to tomb' (dari kandungan sampai kuburan). Sekarang sampailah pada persoalan pokok, yakni bagaimanakah membantu anak-anak untuk sejak dini merencanakan karier mereka di masa depan?


Program Bimbingan Karier di Sekolah Dasar

Pada tahun 1994 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, melalui Direktorat Pendidikan Dasar, telah menerbitkan buku Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan Siswa di Sekolah Dasar dalam rangka pelaksanaan Kurikulum tahun 1994. Dalam buku pedoman itu disebutkan bahwa isi layanan bimbingan di Sekolah Dasar ada tiga, yaitu: (1) bimbingan pribadi-sosial, (2) bimbingan belajar, dan (3) bimbingan karier. Jadi jelaslah bahwa secara formal dan legal program bimbingan karier harus sudah diberikan sejak usia sekolah dasar. Hal ini sangat sesuai dengan teori perkembangan karier dari Ginzberg maupun Donald Super yang telah dibahas terdahulu.

Lebih jauh dijelaskan secara rinci pada buku Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan tersebut mengenai isi bimbingan karier untuk kelas-kelas rendah (kelas 1,2, dan 3) maupun untuk kelas-kelas tinggi (kelas 4,5, dan 6) sebagai berikut:
Isi bimbingan karier untuk kelas-kelas rendah (dikutip dari Pedoman BP-SD, 1994, hal. 16-17)
a) Mengenalkan perbedaan antar kawan sebaya;
b) Menggambarkan perkembangan diri siswa;
c) Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan sesuai dengan tuntutan lingkungan;
d) Mengenalkan ketrampilan yang dimiliki siswa;
e) Menjelaskan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekolah;
f) Menggambarkan kegiatan setelah tamat SD;
g) Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang dewasa;
h) Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik;
i) Mengenalkan alasan orang memilih suatu pekerjaan, dan bahwa pilihan itu masih dapat berubah;
j) Menjelaskan bahwa kehidupan masa depan dapat direncanakan sejak sekarang;
k) Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran;
l) Menjelaskan bahwa pekerjaan seseorang itu dipengaruhi oleh minat dan kecakapannya,

Isi bimbingan karier untuk kelas-kelas tinggi
(dikutip dari Pedoman BP-SD, 1994, hal.19-20)
a) Menjelaskan manfaat mencontoh orang-orang yang berhasil;
b) Melatih siswa menggambarkan kehidupan di masa yang akan datang;
c) Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria;
d) Menjelaskan jenis-jenis ketrampilan yang dikaitkan dengan pekerjaan tertentu;
e) Melatih siswa membayangkan hal-hal yang akan dilakukan pada usia kira-kira 25 tahun kelak;
f) Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan pengaruhnya;
g) Menjelaskan tentang pengaruh nilai yang dianut dalam pengambilan keputusan;
h) Membimbing siswa untuk memperkirakan bahwa meneladan tokoh panutan dapat mempengaruhi karier;
i) Melatih siswa merencanakan pekerjaan apa yang cocok pada masa dewasa;
j) Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh pekerjaan orang terhadap kehidupan anak;
k) Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan kemampuan;
l) Mengenalkan bermacam-macam cara untuk menilai kemajuan prestasi;
m) Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar.

Materi bimbingan karier yang disebutkan di atas merupakan sekedar panduan. Guru setempat dapat menggunakannya sebagai acuan yang tetap terbuka untuk disesuaikan dengan situasi kondisi setempat. Sebaiknya contoh-contoh diambil dari lingkungan sekitar yang kongkrit dan mudah ditangkap oleh anak. Materi bimbingan karier sebenarnya dapat disusun sendiri asalkan mempertimbangkan fase-fase perkembangan karier seperti yang dirumuskan oleh Ginzberg dan Donald Super. Selanjutnya untuk tingkat Sekolah Menengah (SLTP dan SMU/SMK) materi bimbingan karier dapat dilihat pada buku pedoman BP untuk jenjang sekolah yang bersangkutan, atau disusun sendiri oleh guru BP yang kompeten.

Pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah
Setelah memahami materi bimbingan karier yang harus diberikan di SD, maka langkah selanjutnya adalah menentukan waktu, tempat, teknik, dan sistem penilaian Bimbingan Karier.
Mengenai waktu pelaksaan bimbingan karier dapat diintegrasikan dengan jam-jam pelajaran yang sudah ada, atau pun menyediakan jam khusus untuk keperluan bimbingan karier ini. Untuk tingkat SD kiranya lebih praktis jika bimbingan karier diintegrasikan dengan jam-jam pelajaran yang tersedia. Jika cara ini yang dipilih, maka semua guru kelas dan semua guru bidang studi sekaligus menjadi guru bimbingan karier. Dalam setiap pelajaran yang diberikan, guru dapat menyelipkan berbagai macam hal yang berkaitan dengan pekerjaan/jabatan/karier anak-anak di masa mendatang, disesuaikan dengan tahap perkembangan karier anak. Kalau ada tenaga khusus untuk Bimbingan Karier, maka penyediaan jam khusus akan sangat bermanfaat.

Tempat pelaksanaan bimbingan karier dapat di mana saja, misalnya di dalam kelas, di luar ruangan, atau di tempat kerja yang sesuai dengan topik yang yang dibahas. Penentuan tempat juga bergantung pada fasilitas yang dibutuhkan. Jika dibutuhkan gambar-gambar, film, atau video, barangkali lebih cocok menggunakan ruang audio visual kalau memang ada. Atau jika ingin memperkenalkan pekerjaan di sektor industri, maka pabrik menjadi tempat yang mungkin cocok.

Teknik pelaksanaan juga dapat bermacam-macam, secara kelompok atau secara individual, tergantung dari kebutuhan dan tujuan. Dapat jiga dengan cara alih tangan (referal), artinya minta bantuan orang lain yang ahli dalam bidangnya untuk memberikan bimbingan karier. Demikian juga metode dan peralatan yang dibutuhkan disesuaikan dengan topik pembicaraan dan tingkat perkembangan anak.

Sistem evaluasi untuk bimbingan karier dapat dilaksanakan dalam berbagai cara, misalnya: (1) mengevaluasi apakah pelaksanaan Bimbingan Karier sudah sesuai dengan yang direncanakan, (2) apakah tujuan tercapai, (3) apakah terjadi perubahan dalam diri siswa, dan lain-lain.

Pekerjaan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia, maka perlu direncanakan secara matang. Program Bimbingan Karier bertujuan untuk membantu anak dalam merencanakan karier di masa mendatang, agar karier yang dipilih sungguh sesuai dengan bakat, minat, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Jika orang memperoleh karier yang tepat, maka hidup orang akhirnya akan bahagia. Dan kebahagiaan adalah tujuan hidup semua orang. Oleh sebab itu bimbingan karier sejak usia dini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tugas pendidikan.

 




41 KOMENTAR
20.04.2007 17:07:28
Bagus perlunya pelatihan atau bimbingan sejak dini. ini bisa jadi panduan referensi untuk diberikan bagi anak-remaja dalam melakukan perencanaan cita-citanya sejak awal. perlu disosialisaikan ke sekolah2/kampus namun agar diberikan benar2 oleh pembimbing/trainer yg expert dalam bidangnya
SRI DEWI  http://www.indosat.com
23.05.2007 11:45:17
Mohon diperjelas untuk pelaksanaan bimbingan karir di SMP dan SMA secara rinci
NIA KURNIAWATI  
01.08.2007 00:58:05
Mohon diinformasikan apa saja aspek-aspek bimbingan karir di SMU yang berlaku di indonesia saat ini?Apakah mengggunakan teori dari Shelter and Stone?Terima kasih..
MARTHIENOA  
17.08.2007 22:08:25
mungkin perlu penambahan perencanaan karir untuk jenjang setelah smu atau waktu kuliah. karena banyak yang belum memahami perencanaan karir tetapi mereka sudah terlanjur kuliah atau bahkan lulus kuliah. terima kasih..
HARYO SETO  http://www.kedaikarir.com
19.08.2007 20:56:58
tolong artikel bimbingan dan penyuluhan di tingkat sekolah menengah kejuruan.
AHMAD  
02.10.2007 02:58:34
mohon disempurnakan aspek atau indikator kompetensi yang ada dalam perkuliahan
NELIANA  
03.01.2008 02:24:47
pelaksanaan bimbingan karier di sekolah belum sepenuhnya terlaksana. tolong di perjelas mengenai pelaksanaannya di sekolah terutama sekolah menengah
AMY BK UNNES  
11.01.2008 10:04:31
minta data bimbingan karier pada masyarakat, Tanks
SYAIFUL  
09.02.2008 22:57:20
saya tertarik dengan artikel anda ini, minta tolong donk ditunjukin metode menentukan karir yang efektif dan efisien, dan minta tolong juga referensi atau buku yang membahas tentang karir, soalnya saya lagi butuh banget, thanks.
BUDI  
13.03.2008 23:30:55
Artikel yang sangat bagus dan penting untuk kaum muda, klo bisa dibikin seminar aja supaya gaungnya lebih terasa, gak cuma yang buka di web ini aja. Eman - eman...klo disimpen buat diri sendiri
ISMAWAN SADMOKO  
27.05.2008 03:44:53
terima kasih makalah anda telah membantu q dalam menyelesaikan tugas
ARI  
23.11.2008 06:12:31
kenapa tidak ada layanan karir untuk siswa SMA. trima kasih
AMIN  
10.01.2009 23:56:43
Aslm...siip ngebantu banget..tapi punya daftar karir bidang sosial g'???
RIZKI  
13.03.2009 22:04:19
terima kasih atas artikelnya yang mencerahkan..kalau anda punya dAta/hasil penelitian/ jurnal mengenai "remaja yang kurang mampu menentukan bidang pekerjaannya pada saat SMA".Tolong dikirim ke imel saya..trims
MATIIN  
13.03.2009 22:04:21
terima kasih atas artikelnya yang mencerahkan..kalau anda punya dAta/hasil penelitian/ jurnal mengenai "remaja yang kurang mampu menentukan bidang pekerjaannya pada saat SMA".Tolong dikirim ke imel saya..trims
MATIIN  
02.04.2009 09:57:58
terima kasih atas artikelnya yang memberi inspirasi,mohon dijelaskan bagaimana jika ternyata pentingnya pbimbingan karir saat kita sudah menginjak bangku perkuliahan, bahkan sudah mau lulus.trimakasih!!!
ANAZ  
29.05.2009 19:55:52
trimakasih artikelnya baik sekali dan bisa menambah
KT RAI SEMADHI  
10.06.2009 01:48:48
makacie yach.....
SASA  
17.06.2009 22:10:29
Menurut saya konsep karir harus sudah ditanamkan sejak play group, dengan mengenal para pekerja, pelaku usaha mendengarkan cerita mereka tentag bagaimana mereka bekerja sangat mengasikkan bagi anak. Menumbuhkan impian pada anak sangat penting dalam perjalanan karir anak. mungkin buku mengenai vocational education punya Hall dapat membantu penambahan pengetahuan mengenai dunia vokasi, tentu saja bagi yang mau. Kasihan anak2 kita sudah memilih jurusan/sekolah tetapi blm memiliki gambaran jelas ttg karir.
AH BUDIYUWONO  
09.09.2009 22:43:20
Terima kasih, artikelnya dapat menambah wawasan tetnag karir siswa
DARYONO  
15.09.2009 21:43:37
terima kasih bganyak atas artikelnya mudah2an dengan artikel ini menjadi bahan ajar yang sll disampaikan ileh para pengajar pad anak didiknya sehinga menjadi anak-anak yang siap menghadapai masa depannya dgn persiapan ilmu dan skill.
DENI SOPIAN   
06.11.2009 23:03:39
tulisan ini bagus, bagaimana dengan bimbingan karir di SMP dan SMA
KIKI MARIAH  
13.12.2009 01:59:54
Terima kasih artikel yang bagus dan menambah pengetahuan
YOVITA RUSYATI  
10.01.2010 10:44:52
Terima kasih artikelnya,
saya sedang merintis PROGRAM BIMBINGAN KARIR untuk SMU, memberikan pemahaman seputar kesadaran dirinya, perlunya belajar, pendidikan sehingga anak akan secara aktif menentukan tanggung jawab dan pilihan karirnya. Dengan metode Humanitic/Rogerian (client-center, sekarang saya sedang dalam pengujian penelitian di Bandung, mohon doa, jika hipotesis diterima, siap disebar ke penjuru Indonesia untuk ANAK-ANAK BANGSA HARAPAN TANAH AIR. (maulanarezi@gmail.com)

MAULANA REZI  
11.01.2010 21:17:43
tolong jlaskan bagaimana tentangstruktu pelaksana,an teori tersebut didalam perkemmangan seorang anak yang masih blum peka terhahadap teori yang di kembangkan . dan bagaimana respon dari anak -anak tersebut.
MASKORI HERIANTO .BK UNIHAZ COM.  
17.03.2010 20:12:02
ma kasih Bruder,tulisan sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas kuliah. Selamat berkarya semoga sukses selalu dalam Tuhan.
MERTYN  
28.03.2010 13:05:02
y sih bagus banget artielnya,cuman sayang lum da yg buat SMA
QOMAR  
04.04.2010 23:20:45
kenapa gx ada perkembangan karir untuk sma,dan perkuliahan,.....
ATMI PERMIKA SARI  
24.05.2010 07:02:54
tanks
artikelnya dah membantu

PHYTA  
28.10.2010 15:11:59
makasih bwat artikelnya, sngat membantu
RYANO VALEN  
24.01.2011 11:35:17
minta rujukan karier terbaru donk...
untuk bimbingan karier SMP.
kirim ke email ya... trims.. :-)

NISA  http://www.bruderfic.or.idperencanaan karier sejak dini
08.04.2011 11:09:35
Benar2 artikel yang bagus... thank you...

http://www.cycent.net

ROBBY  http://www.cycent.net
06.06.2011 00:34:09
bagus . . . . .artikelnya sangat memuaskan . . . thnk you ya
HERMAWAN SYAHPUTRA  
09.11.2011 10:01:01
memang karier itu harus di pikirkan sejak dini..
karena jika sudah keluar sekolah kita akan bingung dan menjadi pengangguran !!
banyak nya pengangguran ya seperti itu. masyarakat indonesia banyak yang pemales..

AULYA MAYSITA  
20.11.2011 19:45:33
thank's ya referensinya...namun gimana ya mengembangkan wawasan karir kita..agar nantinya lebih mudah lg dpt kerjaan.
SALMI  HTTP://GUDANGINFOBK.BLOG.COM
05.02.2012 04:33:35
terima kasih dari hati paling tulus,,artikel ini sangat kaya, semoga dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca,,saya mahasiswa psikologi yang sedang tertarik pada perencanaan karir, jika berkenan mohon diberi saran refrensi apa saja yang bisa saya peroleh demi penguasaan topik ini,,sekali lagi terima kasih,,amani
AMANI  
15.03.2012 00:50:30
klo di sculQ gak pernah ada pelajaran/bimbingan karir spt tsb... gwe nyesel gak dpt bimbingan karir sejak dini.. masa depanQ \"kurang cerah\" . Mungkin gurux jg bodoh gak taw ttg kebijakan bimbingan karir ini. Moga aja skrg di sekolah\" sudah di berikan ilmu bimbingan karir pada murid muridx.. thanks atas artikelx...
BOWO  
28.05.2012 13:39:25
mhon lebih di perjelas lagi.....?
soal-ny mch bnyk yg krng d mngrti dlm bmbngn tsb...??

NENK  
29.01.2013 07:04:40
minta referensi buku tentang karir anak SD
DANI  
13.05.2013 08:21:12
membantu sekali,
saya minta datanya ya,terimakasih

SALMA   
22.10.2013 08:09:39
terima ksih pak atas tulisannya..
sangat bermanfaat buat saya sebagai calon guru bk

ENDAH SULESTIYOWATI  

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 8 ms