Notice: Use of undefined constant ewSessionIndukGet - assumed 'ewSessionIndukGet' in /home/kenz/brfic/html/artikel.php on line 11 PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DAN PERAN SERTA ALUMNUS :: Bruder F.I.C Indonesia ::
Provinsialat FIC Jl Sultan Agung 133 Semarang 50234 Indonesia Tlp (024) 8312547 Fax(024)8504130 e-mail:ficindo@indosat.net.id
Minggu, 26 Maret 2017  - 2 User Online  




Brothers FIC
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
YPL Jakarta
Promosi Panggilan FIC
Majalah Komunikasi FIC
Rekoleksi Panggilan dan Tes masuk Bruder FIC


15.01.2004 07:53:00 18242x dibaca
PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DAN PERAN SERTA ALUMNUS
Oleh Br. Theo Riyanto, FIC

Pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan factor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan factor proses pendidikan. Input yang baik tidak otomatis menjadi jaminan terjadinya peningkatan mutu. Bahkan selain input dan proses masih juga memperhatikan keragaman peserta didik, kondisi lingkungan dan peran serta masyarakat (termasuk alumnus).

Pendekatan baru yang dipertimbangkan lebih cocok untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah pendekatan yang berbasis pada sekolah masing-masing. Pendekatan ini dikenal dengan "Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah". Konsep ini menawarkan kerjasama yang erat antara sekolah (Yayasan), masyarakat (Masyarakat setempat, Masyarakat pengguna, Masyarakat "peduli" dan Alumnus) dan pemerintah (Dinas Pendidikan dan pemerintahan setempat) dengan peran dan tanggungjawabnya masing-masing. Sekolah harus kreatif dan dinamis dalam mengusahakan peningkatan mutu dengan peningkatan kemandirian sekaligus masih dalam kerangka acuan kebijakan pendidikan Yayasan, nasional dan daerah.

1. Peningkatan Mutu
Peningkatan mutu pendidikan, tidak dapat terlaksana tanpa pemberian kesempatan sebesar-besarnya pada sekolah yang merupakan ujung tombak terdepan untuk terlibat aktif secara mandiri mengambil keputusan tentang pendidikan. Sekolah harus menjadi bagian utama sedangkan masyarakat dituntut partisipasinya dalam peningkatan mutu yang telah menjadi komitmen sekolah demi kemajuan masyarakat.

Peningkatan mutu hanya akan berhasil jikalau ditekankan adanya kemandirian dan kreativitas sekolah. Proses pendidikan menyangkut berbagai hal diluar proses pembelajaran, seperti misalnya lingkungan sekolah yang aman dan tertib, misi dan target mutu yang ingin dicapai setiap tahunnya, kepemimpinan yang kuat, harapan yang tinggi dari warga sekolah untuk berprestasi, pengembangan diri, evaluasi yang terus menerus, komunikasi dan dukungan intensif dari pihak orang tua, masyarakat dan alumnus.

2. Pengertian Mutu
Mutu mengandung makna derajat atau tingkat keunggulan suatu produk (hasil kerja atau upaya) baik berupa barang maupun jasa. Dalam konteks pendidikan, dalam hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Dalam "proses pendidikan" termasuk bahan ajar, metodologi, sarana sekolah, dukungan administrasi dan prasarana, dan sumber daya lain serta penciptaan suasana yang kondusif. Dalam "hasil belajar" mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada kurun waktu tertentu. Ini dapat berupa hasil tes kemampuan akademis, prestasi di bidang oleh raga, seni atau keterampilan yang lain, suasana disiplin, keakraban, kekeluargaan, kenyamanan, kebersihan dsb.
Proses dan hasil saling berhubungan. Akan tetapi agar proses itu memiliki arah yang jelas maka hasil atau target perlu dirumuskan terlebih dahulu. Sekolah bertanggungjawab tidak hanya pada proses tetapi juga pada hasil yang dicapai.

3. Kerangka Kerja
Sumber daya : adanya fleksibilitas dalam mengatur semua sumber daya sesuai dengan kebutuhan setempat. Keuangan selain untuk operasional juga hendaknya untuk memperkuat sekolah dalam menentukan prioritas peningkatan mutu.
Pertanggungjawaban : Perpaduan antara komitmen pengembangan mutu, harapan masyarakat dan peningkatan komunikasi dan kerjasama antara sekolah dengan masyarakat.
Kurikulum : Berdasarkan kurikulum nasional, sekolah mengembangkan kurikulum baik dari standar materi dan proses penyampaiannya. Sekolah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan mereka sehingga siswa tumbuh dan berkembang secara intelektual, terampil, memiliki sikap arif dan bijaksana, berwatak dan memiliki kematangan emosional.
Personil Sekolah : pentingnya rekrutment yang obyektif dan sesuatu dengan standar mutu, pembinaan structural dan penciptaan suasana kondusif diantara para personil sekolah. Dan pada saatnya diperlukan pengembangan professional untuk menunjang peningkatan mutu dan penghargaan terhadap prestasi.
Masyarakat (para petaruh/stake-holders) : Masing-masing petaruh atau stakeholders dilibatkan sesuai dengan peran, tanggungjawab dan kemampuannya untuk bersama-sama dan bekerjasama meningkatkan mutu.

4. Hubungan Sekolah-Masyarakat
Esensi hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan, kepedulian, kepemilikan, dan dukungan dari masyarakat terutama dukungan moral dan finansial. Masyarakat di sini meliputi masyarakat setempat dimana sekolah itu berada, orang tua murid, masyarakat pengguna dan alumnus.
Alumnus sebagai masyarakat yang memiliki hubungan khusus dan ikatan batin yang istimewa terhadap sekolah, tentu memiliki peranan dan tanggungjawabnya yang khas dan istimewa pula. Mereka merasakan dan mengalami sekian tahun menjadi warga sekolah, mereka menikmati dan memperoleh layanan jasa dari sekolah. Mereka merasakan visi dan misi apa yang mereka alami selama sekian tahun, mereka mengalami kualitas macam apa, yang menjadikan diri mereka seperti sekarang ini. Memang hanya tiga tahun atau empat tahun, tidak seberapa banyak dibandingkan dengan tahun-tahun kehidupan para alumni dalam hidup, namun tetap saja yang sedikit tahun itu memberikan kontribusi yang tidak kecil selama pendidikan.

5. Peran serta Alumnus
Alumnus sebagai warga istimewa dan memiliki ikatan batin yang kuat dengan sekolah, diharapkan peransertanya dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dimana mereka dahulu telah merasakan layanan jasa pendidikannya. Ada berbagai cara yang dapat diberikan oleh para alumni, misalnya sumbangan pemikiran untuk mencari konsep dan cara kerja meningkatkan mutu layanan pendidikan, memberikan sumbangan pelatihan atau informasi yang dibutuhkan oleh warga sekolah, mendukung secara moral dan finansial kebutuhan dan upaya sekolah dalam peningkatan mutu, memberikan bea siswa kepada anak-anak berprestasi tetapi tidak mampu secara ekonomi, menghubungkan dengan pihak-pihak terkait yang dapat memberikan kontribusi apapun terhadap almamater, dsb. Bantuan dan partisipasi yang diharapkan tentu tidak anya bersifat insidental, namun berkelanjutan. Di berbagai sekolah, juga di sekolah-sekolah Pangudi Luhur, telah terbentuk entah Ikatan Alumni, Perkumpulan Alumni, Yayasan Alumni, sebagai wadah secara "organisatoris" untuk berpartisipasi aktif meningkatkan mutu layanan pendidikan almamaternya.

Alumni sebagai salah satu petaruh atau stake-holders sekolah tentu saja diharapkan memiliki peran dan memberikan kontribusi yang tidak kecil terhadap sekolah. Memang sekolah pada umumnya sekarang ini membutuhkan bantuan finansial, tetapi sebenarnya bukan itu saja yang diharapkan tetapi juga menyangkut bantuan pengelolaan manajemen, peningkatan sumber daya termasuk para personilnya, sistem kepemimpinan dan organisasi, komunikasi dan kerjasama, dsb. Singkatnya dari berbagai segi, alumnus, dapat memberikan sumbangsihnya.

Sebagai contoh, beberapa alumni dapat mengupayakan dana untuk membantu memberikan beasiswa atau tambahan sarana yang dibutuhkan, beberapa alumni dapat ikut memikirkan mengenai proses pembelajaran, beberapa alumni dapat ikut membantu meningkatkan layanan ekstrakurikuler, beberapa alumni dapat membuat jaringan komunikasi antar alumni dan juga dengan pihak sekolah (Yayasan), dsb. Prinsipnya mengusahakan sesuai dengan kemampuan dan sumber yang ada.

Di era reformasi ini merupakan saat yang tepat bagi kita semua juga "mereformasi" pengelolaan jasa layanan pendidikan dengan melibatkan semua pihak yang terkait terutama stake-holders untuk meningkatkan mutu serta semakin terjadinya kesadaran siapa saja bahwa pengelolaan dan pelaksanaan layanan pendidikan tidak dapat dikerjakan hanya oleh sekelompok tertentu saja, tetapi membutuhkan kerjasama semua pihak. Dan khususnya kepada para alumni, tentu diharapkan lebih menunjukkan wujud kongkrit partisipasinya untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan almamaternya. Bagaimana konsep dan caranya, itu terserah Anda? Akhirnya selamat bereuni untuk "berjumpa dan berkomunikasi", bernostalgia dan mempererat tali silaturahmi satu dengan yang lainnya, tetapi juga dengan warga sekolah dan Yayasan. Sekali lagi profisiat dan selamat berbahagia.

Makalah sederhana ini dibuat dalam rangka sarasehan temu alumni SMP Pangudi Luhur Boro, 29 Desember 2003.
Br. Drs. Theodorus Suwariyanto, MA., FIC
( Wakil Kepala Kantor YPL Pusat dan Koordinator Pembina)




13 KOMENTAR
11.05.2007 14:01:39
Pak Punten, salah satu dari ide bapak saya ambil untuk bahan kajian dan masukan pada makalah saya. Mohon ijin sebelumnya.
KEMAS MUHAMAD SALEH  http://gurukemas.wordpress.com/
27.07.2007 10:17:32
Bagus tapi yang menyinggung tentang humas sekolah sangat sedikit sekali terima kasih
ADIB  
29.08.2007 06:33:04
saya minta maaf karena saya telah mengambil sedikit dari makalah anda
BERNARD AGUS P  
10.01.2008 03:43:31
sebelumnya saya sependapat dan setuju dengan artikel bapak.
menurut saya bagaimana pendidikan di Indonesia menjadi murah dan berkualitas, kemiskinan salah satu penyebabnya adalah pendidikan yang rendah. kualitas pendidikan yang baik hanya dapat dirasakan oleh masyarakat kalangan atas, pendidikan yang ada dijadikan bisnis bukan untuk tujuan pendidikan semata. terima kasih

ARIMURTI  
20.02.2008 21:25:28
mohon izin telah mengutip sebahagian artikel bapak untuk kelengkapan tesis saya.
SAWIA TJ. PATTILAUW  
14.09.2008 20:14:13
saya terkesan dengan tulisan Bruder
IGNASIUS ANTANG HARTOKO  
27.11.2008 21:54:04
sangat baik tulisan ini, dan perlu dibaca teman-teman pengelola pendidikan
UMMU  
03.05.2009 21:52:48
Assalammu\'Alaikum Wr.Wb, pak, salah satu dari ide bapak saya ambil untuk bahan kajian dan masukan pada makalah saya. Mohon ijin sebelumnya.terima kasih
unik-solo

UNIK MURNIYATI  
11.05.2009 05:48:34
artikel bapak sangat menarik maaf mohon ijin saya mengutif untuk kepentingan makalah saya terima kasih
AISRI RAHAYU  
10.06.2009 23:21:43
Terima kasih sumbangan pikirannya pak, mohon ijin mencuplik untuk bahan studi ibu saya yg sedang bikin program kerja bidang humas sekolah....
UDHY PAMUNGKAS  
15.06.2010 01:00:04
Bagaimana mungkin mutu pembelajaran di negeri kita dapat dicapai. bila para pengambil kebijakan salah total dalam memberikan kebijakan (khususnya untuk bahan ajar berupa Software Pembelajaran dari bantuan DAK dari pertama kali DAK digulirkan pemerintah) yang ada hanya membuang tenaga waktu dan biaya ratusan milyar. Sebagaimana dimaklumi bersama, pada sekolah-sekolah yang ideal, peran CD pembelajaran menjadi sangat vital, dikarenakan kelebihan, keuntungan dan hasil yang bisa dicapai dalam pembelajaran. Diantaranya, adalah:
• Materi atau konsep pokok bahasan yang disampaikan melalui CD pembrlajaran akan tampak lebih konkrit
• Dapat menampikan gerak yang dipercepat atau diperlambat sehingga mudah diamati
• Menampilkan detail suatu benda atau proses
• Lebih mudah dipahami dan dimengerti
• Lebih mudah diingat sekaligus relatif lebih lama dalam ingatan siswa
• Membuat gambaran Imajinasi dan persepsi anak didik yang satu dengan anak didik lainya akan sama terhadap setiap konsep yang disajikan
Membuat penyajian pembelajaran lebih menarik, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan
Hanya disayangkan, tidak semua CD pembelajaran dapat dengan mudah dipresentasikan pada siswa dikarenakan beberapa hal, yaitu :
1. Kategori Jenis dari CD Pembelajaran itu sendiri
2. Sarana pendukung / penunjang pengoperasian (hardware)
3. SDM Guru
4. Anggaran dana
Empat hal tersebut sesungguhnya sangat kompleks dan saling berkaitan.
CD pembelajaran ada dua, yaitu:
1. CD Pembelajaran Ilustratif (berformat Video) - dioprasikan dengan VCD Player - diproyeksikan dengan TV Monitor - kesanggupan SDM
2. CD Pembelajaran Interaktif (berformat Gif, flash dll) - dioprasikan dengan Laptop - diproyeksikan dengan Proyektor - kesanggupan SDM???????? (dalam hal ini SDM saya berikan "?" besar, karena sesungguhnya menurut saya ini adalah persoalan yang paling prinsip dan mendasar.
kurang lebih tujuh tahun saya berhubungan dengan sekolah dan para guru dalam kaitan penggunaan sarana multimedia. bagi Anda Bapak/ Ibu Guru yang mengharapkan kejelasan dari komentar saya ini. Silakan Anda masuk dan buka WEBsite saya, bahkan Anda dapat menelephon saya.

ADJI SIJI  http://www.cvmedianusantara.co.cc
12.11.2010 23:51:48
Mohon izin,mencuplik artikel Bapak untuk bahan pidato Mama saya. Trima kasih
NOVI  
04.01.2012 14:39:43
Mohon ijin copy makalah...
UDIN  

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 3 ms