Provinsialat FIC Jl Sultan Agung 133 Semarang 50234 Indonesia Tlp (024) 8312547 Fax(024)8504130 e-mail:ficindo@indosat.net.id
Sabtu, 01 November 2014  - 2 User Online  




Brother FIC
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
YPL Jakarta
Promosi Panggilan FIC
Majalah Komunikasi FIC
Bruder Muda FIC
Blog milik Der Wahyu
Blog milik Der Wahyu


26.04.2007 23:28:34 8547x dibaca
BRUDER, PANGUDI LUHUR DAN KEDISIPLINAN
Oleh Cosmas Heri Setiono

Bagi saya, kalau bicara tentang bruder FIC, yang ada dalam benak saya adalah Pangudi Luhur. Karena saya kenal dengan konggregasi FIC dari sekolah tempat saya menimba ilmu waktu SD dan SMP, yaitu di SD Pangudi Luhur Ambarawa dan SMP Pangudi Luhur Ambarawa. Biasanya tiap jangka waktu tertentu Bruder-Bruder yang mengajar selalu berganti. Sehingga selama menempuh SD & SMP saja saya bisa mengenal cukup banyak Bruder. Dan menurut saya itu bagus, karena murid akan mengenal banyak bruder dengan karakter dan kesan yang berbeda-beda.

Tetapi ada satu kesan terhadap salah satu karya para Bruder FIC ini, yaitu kedisiplinan. Kesan ini begitu saya rasakan sampai saat ini. Setelah lulus SMP PL Ambarawa, saya melanjutkan ke sebuah SMA Negeri favorit di Salatiga. Nah di sinilah pertama kali saya merasakan perbedaannya sekolah di luar Pangudi Luhur. Pengalaman yang saya alami adalah begitu rendahnya tingkat kedisiplinan siswa. Saya sampai tercengang melihat situasi ini. Hal serupa ternyata juga dirasakan oleh teman-teman yang dulu berasal dari sekolah yang sama. Seperti tidak adanya aturan atau kesadaran dari siswa. Sebagai contoh : cara berpakaian yang seenaknya sendiri, memakai sepatu dengan warna yang tidak sesuai dengan aturan, bolos jam pelajaran yang relative gampang, merokok di areal sekolah dengan leluasa, dan penghormatan terhadap guru yang kurang optimal dan masih banyak lagi.

Sewaktu SD dan SMP hal tersebut di atas bisa saya katakan tidak pernah saya alami. Jangankan untuk membolos, lupa mengerjakan PR atau terlambat sekolah saja rasanya sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, dan takutnya bukan main. Pernah suatu kali pada waktu SMP, waktu berjalan menuju kelas saya melewati rumput untuk memperpendek jalan, tidak lewat jalan yang seharusnya. Ternyata di ujung jalan sudah berdiri Bruder Frans ( Bruder yang kulitnya putih berkaca mata seperti orang keturunan China ) yang langsung memanggil saya untuk berjalan di jalan yang sebenarnya dan tidak menginjak rumput. Hal ini tercatat dalam pikiran saya sampai saat ini. Jadi kalau saya melewati taman misalnya, meskipun rutenya jauh dan harus memutar, saya dengan senang hati akan saya turuti, karena saya teringat terus akan hal ini. Ini hanya salah satu contoh saja dari sekian banyak kasus.

Saya bisa berbicara ( tepatnya menulis ) begini karena saya sudah merasakan sekolah di Pangudi Luhur dan di luar Pangudi Luhur. Sekarang saya tinggal di Denpasar. Sayang sekali di sini tidak ada karya pendidikan dari Bruder FIC. Jika ada , pastilah anak-anak saya akan saya sekolahkan di sini. Bukan hal yang mudah memang membentuk budaya disiplin dalam segala hal. Selain juga di tunjang oleh tenaga pengajar yang mendukung. Tapi itu telah dilakukan oleh sekolah karya dari Bruder FIC ini. Dan saya yakin bahwa hal ini juga dirasakan oleh alumnus yang lain. Meskipun sudah lebih dari 20 tahun yang lalu saya mengenyam pendidikan di Pangudi Luhur, tetapi kesan disiplin itu tetap terasa. Semoga sekolah dari karya para Bruder FIC ini tetap mempertahankan dan syukur meningkatkan salah satu ciri khas sekolah Bruderan ini. Mempertahankan adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah memang, tetapi peningkatan juga saya rasa perlu karena permasalahan yang di hadapi murid jaman sekarang lebih kompleks dan berbeda jauh dengan 20 tahun yang lalu. Bagaimana Bruder ? Saya kira ini merupakan tantangan dan pekerjaan yang tidak mudah. Tapi bagi saya sebagai orang awam, hal ini pasti sudah diantisipasi dengan baik oleh konggregasi FIC. Persoalan yang di hadapi oleh dunia pendidikan pada jaman 80 an dan era milenium ini boleh berubah, tetapi yang namanya kedisiplinan tidak akan berubah.

Jadi kesan saya akan “Bruder, Pangudi Luhur dan Kedisiplinan “ merupakan kesatuan yang tidak bisa dilepaskan adalah hal yang tidak dilebihlebihkan.




33 KOMENTAR
08.05.2007 16:39:42
Saya adalah alumni SMP PL salatiga, SDK CUNGKUP sltg dan SMA Kristen 1 sltg. Saya merasakan pendidikan di SMP PL yang lain karena pada waktu itu kami berseragam hanya hari senin selebihnya bebas. Kami boleh berambut gondrong dan boleh memakai celana panjang, tetapi prestasi sekolah kami sangat baik dan bisa dikatakan yang terbaik di kota kami saat itu. Banyak teman teman saya yang tertarik masuk di PL karena kebebasan itu. Termasuk saya, walaupun saya diterima di SMP Negeri 1 saya tetap memilih PL. waktu itu yang diajarkan oleh sekolah kami adalah kedisiplinan dalam hal mengerjakan tugas, kedatangan di sekolah dan kepatuhan dg peraturan sekolah dan guru. Waktu itu sekolah kami dipimpin oleh bruder Cyrinus dari Belanda, beliau tidak macam macam dalam membuat peraturan. Yang penting bagi kami waktu itu otak dan kepatuhan dengan guru dan perhatian guru kepada kami sangat baik. Bila ada yang belum tahu akan diberi perhatian lebih, dari menulis 100x hingga ditampar. Kami tidak pernah sakit hati bila ditampar karena kami tahu bahwa guru kami menampar karena kesalahan kami memang sudah keterlaluan. Memasuki kelas 3 bruder kami diganti dengan bruder dr indonesia bruder frans namanya. saat itu berbaliklah peraturan kami. hampir tiap hari kita berseragam dan dari rambut sampai sepatu diatur. Mulai saat itu sekolah kami mulai mengalami kemunduran kualitas dan peminat bahkan saya dengar dari alumni yang tinggal di salatiga bahwa smp kami sudah tidak ada peminat karena kualitasnya jelek, kesempatan ini saya bertanya kedisiplinan mana yang bruder maksud. Kedisiplinan yang tampak atau kedisiplinan yang melekat, apakah ujung ujungnya sekolah itu lulus dengan nilai baik dan tingkah laku yang sopan serta menghormati sesama murid dan guru. Apakah bruder Indonesia mampu mendisiplinkan dirinya sendiri seperti Bruder asing? FDG Hendro Wiratmoko SE,MM Alumni SMP Pangudi Luhur Salatiga th 1981
FDG HENDRO WIRATMOKO  
08.05.2007 21:08:22
Saya juga alumni SMP Pangudi Luhur Boro Yogyakarta. Mengenal sosok Bruder yang cukup disiplin di sekolah waktu itu. Pengalaman saya belajar di Pangudi Luhur adalah bahwa dalam diri saya muncul motivasi untuk belajar tanpa harus dipaksakan. Mengerjakan tugas dengan tepat waktu dan hormat kepada Bapak Ibu guru. Jika boleh menanggapi tulisan Bapak Hendro Wiratmoko, alumni SMP PL Salatiga di atas, kiranya disiplin yang diharapkan terjadi adalah disiplin yang muncul dari kedalaman diri anak-anak. Dan kiranya kedisiplinan ini merupakan tugas semua komponen sekolah untuk menumbuhkannya. Saat ini mungkin cukup sulit menumbuhkan hal ini disekolah karena teladan atau contoh kedisiplinan semakin sulit di dapatkan.
AGUSTINUS  
14.05.2007 15:42:33
Sejak TK sampai SMK, saya sekolah di Pangudi Luhur. Bila dihitung, dari TK sampai SLTA adalah 13 tahun. Selama 13 tahun tersebut, saya mengalami perjumpaan dengan Bruder Guru hanya 5 tahun, selebihnya semua guru saya awam.
Dari hal ini, mengenai kedisiplinan kalau dikembalikan kepada sosok Bruder tentunya kurang pas. Karena jumlah bruder semakin sedikit, dan apalagi tidak semua bruder berkarya di sekolah.
Memang kalau dibandingan dengan dulu, apalagi dengan Bruder-bruder asing (Belanda) tentunya akan sangat berbeda. Karena bruder-bruder sekarang banyak yang sudah tidak dididik oleh Bruder-bruder Belanda. Selain itu, cara pandang mereka saat itu dengan cara pandang para bruder sekarang berbeda, tentu ini sangat mempengaruhi.
Soal mampukah para Bruder Indonesia mendisiplinkan dirinya sendiri, ini saya rasa menjadi pertanyaan reflektif yang baik untuk pembaruan yang lebih baik.

GALIH  
17.05.2007 11:43:19
Senang juga ada yang menuliskan kesan2nya tentang Pangudi Luhur (PL). Saya juga alumni dari SMP PL di Jakarta yang muridnya sudah campur.
Diluar semua kebanggaan tentang PL, ada berita buruk yang sudah terjadi di SMA PL Jakarta tentang penganiayaan oleh senior terhadap siswa kelas 1 (Kompas 16 Mei 2007). Kemana Bruder FIC kita, atau kemana kedisiplinan PL, dan kemana ajaran cinta kasih yang selalu diajarkan di sekolah2 Katolik? Rupanya sudah lenyap oleh jaman....

BABS  
22.05.2007 13:50:35
Mas Babs dan para buder sekalian, jauh panggang dari api rasanya bila mempertanyakan implementasi ajaran cinta kasih dalam konteks dunia dewasa ini. Yang terjadi dalam dunia ini termasuk juga dunia pendidikan di Pangudi Luhur sekalipun adalah Strugle for the exsistence dan Survival of the fittes. Hanya mereka yang memiliki kemampuan -dalam bentuk apapun- yang dapat bertahan hidup. Melihat kasus penganiayaan di PL Jakarta itu, apa yang dapat dibanggakan dari pendidikan Katolik seperti Pangudi Luhur? Nilai akademik siswanya atau ukuran budi pekerti siswanya? Ini pertanyaan besar yang perlu dijawab dalam tindakan nyata. Tidak hanya menjadi tugas para buder yang menjadi pemegang saham mayoritas dari YPL tapi juga semua stakeholder yang terkait dalam proses belajar di YPL. Saya yakin YPL mampu. Sekadar usulan, ada baiknya kalo Para Buder main ke KOMKEP KWI yang memromosikan GERAKAN AKTIF TANPA KEKERASAN. Siapa tahu berguna untuk generasi muda yang belajar di PL manapun. Dengan begitu PL juga menjadi salah satu penggerak dalam menciptakan Indonesia Damai.
FSUNDOKO  
22.05.2007 20:55:52
FSundoko,

Saya pernah lihat acara PadaMu Negri di Metro TV, tentang bullying. Sayangnya yang ikut acara itu anak Kanisius, yang mengatakan bahwa di sekolah mereka tidak ada bullying yang ada diajarkan cinta kasih dan keadilan terhadap juniornya.Dan itu dibenarkan oleh salah satu moderator dari Paramadina, bahwa murid diajarkan dengan rasa cinta dan keadilan bukan dengan kedisiplinan ala militer atau kedisiplinan ala Senior. Sayangnya bukan anak SMA PL dan IPDN yang diundang dalam acara itu. Para Bruder dan Guru jangan diam di ruang kepala sekolah dan ruang guru saja, tapi bergaulah dengan anak-anak didiknya, masa untuk menangani kekerasan di PL harus alumni yang turun dibantu dengan polisi? Jadi benar istilah alumni itu dewa, kelas 3 raja, kelas 2 manusia, kelas 1 binatang. Lalu Guru dan Bruder? Apa?
Saya setuju dengan usulan Sundoko untuk para Bruder.
Babs

BABS  
28.05.2007 13:42:40
Okelah banyak kritik, komentar dan tanggapan yang bermaksud baik untuk membangun kedisiplinan dalam sekolah Pangudi Luhur.
Saya menangkap bahwa filosofis pendidikan yang diwariskan oleh para pendahulu tampaknya kurang ditangkap dengan baik. Akibatnya persoalan muncul ketika bentuk-bentuk dari pelaksanaan pendidikan dan kedisiplinan di sekolah kurang berakar pada tujuan yang hendak dicapai. Jadi hanya berkutat pada bentuk tertentu yang harus dicapai, tanpa mempertanyakan atau mengevaluasi efektivitas bentuk kedisiplinan tersebut.
Jadi bukan melulu masalah pada siapa orangnya, tetapi apa maksud yang mau disampaikan melalui bentuk-bentuk itu, kiranya perlu dipertegas.

PY ARMANTO  
28.05.2007 17:19:58
Masalah penganiayaan siswa SMA PL Brawijaya yang baru diusut itu sebenarnya hanya memperburuk citra SMA Pangudi Luhur saja. Masalah seperti itu seharusnya bisa diselesaikan hanya dengan pembicaraan antara korban, pelaku, bruder dan guru, serta beberapa orang tua murid.
DITA  
18.07.2007 01:04:22
soal kedisiplinan di PL? Yuup saya setuju emang bagus,karena saya juga bersekolah di Pangudi Luhur, SD & SMP Pangudi Luhur Boro I. Jadi ingat seorang sahabat saya yang memakai seragam dengan kancing baju terbuka 2 biji, lewat depan kantor ketemu bruder ( Frans Sukasto waktu itu) temanku dihampiri, terus dibetulkan kancing bajunya " nek nganggo sragam sing rapi yo le "...... inggih bruder he...he...he
PETRUS SURATNO  http://pieterssoeratno.wordpress.com
29.08.2007 05:05:23
Kalau berbicara masalah PL saya setuju dengan pendapat rekan-rekan mengenai citra yang baik dari sekolah PL, karena saya juga merasakan hal serupa saat saya sekolah di SD PL Ambarawa. Memang para bruder sangat keras seperti bruder Vitus (misalnya) tetapi hasilnya sangat terasa sekali hingga sekarang. Seharusnya para pemimpin negri ini juga belajar dari cara mendidik dari PL supaya banyak manfaatnya bagi semua lapisan masyarakat.
ANGGORO  
24.03.2008 00:05:47
Saya alumni SMP PL Ambarawa. Berkaitan dengan kedisiplinan, pengalaman yang tak terlupakan adalah saat saya dan dua teman lainnya diskors satu minggu tidak boleh masuk kelas, tetapi tetap datang ke sekolah dan masuk ruang kepala sekolah. Hebat! Gara-garanya? Tinju!! Ya, kami bertiga nonton live tinju Muhammad Ali, dan ketahuan sama Bruder. Setamat SMP saya ke SMA dan kuliah di Jogja, sekarang jadi peneliti di Jakarta. Salam buat Pak Warto, Pak Parsudi, Pak Kasdi, Bruder Benny, Bruder Octavianus, etc
AKHMADI  http://www.smeru.or.id
14.05.2008 23:10:49
Hmm,, SMA Pangudi Luhur dapat di katakan berbeda dengan SMA lain pada umumnya. Terutama SMA PL brawijaya. Mungkin soal kedisiplinan murid-murid kurang tertib, atau sangat liar dalam bertingkah, tetapi itu membuat kami menjadi nyaman dan merasa seperti rumah sendiri. Jadi sekolah tidak menjadi membosankan. Jadi, kerapihan itu apakah semutlak itu ? sehingga harus sangat di junjung tinggi... Bukankah lebih baik mencari peraturan yang membuat nyaman sekolah dan murid2nya ?
WIDY  http://profiles.friendster.com/widy08
21.06.2008 10:04:21
Kalau untuk urusan ilmu saya acungi jempol buat guru2 SMA PL Brawijaya IV, jkt, Manfaat disiplin dan ilmu saat saya sekolah lulus 1995 masih saya rasakan sampai sekarang, bravo buat PL
YOHANES ARIEF N  
13.07.2008 00:23:40
Semoga Yayasan Pangudi Luhur bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan di Indonesia. Saya sangat terkenang dengan Bruder Octavianus, yang sangat perhatian. Pernah saya didorong untuk ikut retret walau saya tidak mendaftar. Ternyata retret tersebut sungguh bermanfaat. Salam buat semua alumni SMP PL Jakarta Angkatan 1983.
ANTON BIROWO  
31.07.2008 03:48:23
Saya juga alumni SMP PL Salatiga, kalo msh ada yg inget ama guwe hubungi di 08157770601, yach angkatan sekitar th 80 an lah
CHUSNAN  http://www.galenium.com
20.12.2008 09:02:47
syalom, tidak sengaja sy menemukan situs ini, karena saya sedang searching teman lama ,ya ternyata yang nulis artikel ttg kedisiplinan di atas. Pak Heri Setiono, bisa kasih alamat emailnya ? Saya ben ben teman SMP PL 1a, saya sudah mampir ke blog reuni akbar smp pl dan lihat foto masa kecl, tapi kirim komentarnya susah banget, jadi email saya aja ya di benyamin7000@ymail.com kita kontak-kontak ya.
BENYAMIN PRASETYO ( BEN2)  http://www.benyamin.com
29.04.2009 22:57:37
SMP pangudi Luhur saya akui disiplin, brudernya okey...tapi tolong diikuti dengan gurunya...denger2 banyak yang melebihi batas sekarang...tolong PL tetep exist
MURNI  
02.06.2009 06:44:58
Tahun 69-72 aku menimba ilmu di SMP Pangudi Luhur Ambarawa dgn Ka Sek Br. Octavianus, teringat masa bahagia belajar dalam kedisiplinan, yang kini juga kuterapkan di sekolah yang sementara dipercayakan kepadaku. Sbg anak kolong di 408, disiplin dari ortu ditambah dari skl aku bisa spt skr ini, skl lg terima kasih tuk br Oktav, Br Antonius van Jogya, P Hesti Inggris, P Warto PKK, P Sur Prakarya, P Marwoto Geo, dan semuanya, semoga amal kebaikan mendpt limpahan barokahNya.Amin.
DWI RAHAYU  http://smpn1-prambanan.sch.id
28.09.2009 10:05:53
Dulu saya sekolah di SPG Don Bosco, jln Sultan Agung 133,Semarang.Saya senang mengingat-ingat masa lalu ketika belajar di Don Bosco.Dari Don Bosco saya belajar banyak hal.Tidak hanya pelajaran sekolah saja.Tapi lebih dari itu,saya belajar hidup yang bernilai baik.Dari para Bruder dan Bapak/Ibu guru,saya belajar hidup disiplin,rajin belajar,bekerja dan berdoa.Dari Don Bosco saya belajar bersosialisasi dengan kawan2 yang beranekaragam.Saya belajar mandiri juga dari Don Bosco.Selain itu Don Bosco mengajarkan pada saya hidup jujur,sportif,setia kawan dan menghargai teman.Wuahh pokoknya banyak hal yang saya dapat dari Don Bosco.Semua pengalaman hidup tadi tidak bisa lepas dari ketekunan dan kerja keras serta doa dari para Bruder.Bapak/Ibu Guru dan Staf serta Pegawai Bruderan.Saya teringat Br Yustinus Sukirno yang lemah lembut dan sabar.Br Marianus yang pinter nyanyi.Br Berghman yang suka pramuka.Br Tarsiscius yang bagian rumah tangga.Br Yos yang brewokan bagian ngurus kapel.Br Hugo yang pendiam tapi lucu.Cerita yang masih terngiang dalam hidup saya yaitu Joni Po yang manja.Br Savio yang tekun beribadah.Bp Yatiman,Bp Maryanto, Bp Suyatmono, Bp Mulyadi, Bp Yulius Adi,Bp Siswanto, Bp Bagyo,Bp Mario, Bp Yohanes Muryadi, Ibu Mazi, Ibu Endang,dll maaf kalau belum tersebut.Jasa dan pengabdian Bruder, Bapak dan Ibu sungguh besar dan luar biasa.Saya berhutang-budi besar.Entah bagaimana saya harus membalas.Doaku semoga Bruder, Bapak dan Ibu bahagia.Terimakasih semuanya.
Untuk yayasan Pangudi Luhur,terimakasih atas karya-karyanya yang luar biasa.Benih yang dulu ditaburkan sekarang ada dimana-mana dan akan hidup selama-lamanya.Spirit Yayasan Pangudi Luhur dan Don Bosco never end and never die.Teriring banyak salam dan doa dari saya, djoko di bandung, lulus th 1981.

PETRUS DJOKO PURWANTO  
04.12.2009 02:29:24
Sekolah Bruder dimana-mana memang terkenal hebatnya : disiplin, muridnya pintar-pintar, faslitasnya bagus, dst. Tak heran dimana-mana Sekolah Bruder sebagai Sekolah Favourit serta elit.
FIRDAUS  
08.01.2010 22:14:33
Saya Aluni PL Kidul Loji lulus 1963. Bruder FIC disiplin. SMP PL saat itu kelulusan selalu 100% ( saat itu banyak SMP yg kelulusannya dibawah 20%). Dijewer, dijitak oleh bruder/guru sudah umum, apapun bentuk hukuman diterima murid tanpa protes, hasilnya soal ujian terasa sangat mudah, dibawah standard soal ulangan harian.
WIDIATMO  
29.01.2010 22:41:28
Masalah dulu lain dengan yang sekarang.juga dalam mengelola sekolah terkait dengan banyak pihak dan setiap pribadi dalam unit kerja menuntut keterlibatan yang maksimal.
BR BARY  
31.01.2010 15:22:12
saya alumni PL ambarawa sekarang sekolah di Jogjakarta hadiningrat sangat terkesan dengan Br Agus tidak banyak menuntut siswa namun tetap tegas dan tetap mempertahankan kedisiplinan. maju terus Br agus!! :-)
JO  
20.03.2010 10:41:47
saya alumni SPG PL th 1990 saya pengin tahu kabar rekan-rekan saya apa ada bruder yang bisa bantu,pleace
CAHYO INDARTO  
09.06.2010 09:17:21
aku alumni pl ambarawa angkatan I putri thn 1976, kangen deh dgn semua yg ada di pl. ada yg msh bs sy hub gak ya?
AMIN RAIDA TRIWAHYUNI  
19.07.2010 23:54:27
Hi Ida (Amin Raida T) apa kabar? di mana sekarang? Bisa minta nomor kontak? Thanks ya.
AKHMADI  
22.07.2010 22:51:18
saya eks siswa smp pl ambarawa lulus tahun 1977 angkatan terakhir siswa yang laki2 semua.adik kelasku sudah ada yang putri... salam buat alumnus smuanya ,kalo ada reuni hubungi saya :
sumarjono@pln-jawa-bali.co.id
trims

SUMARJONO  
23.08.2010 19:36:16
Saya alumni PL dari SD-SMP. Pendidikan di PL memang hebat, hal ini dapat saya rasakan sekarang ini yang juga berkecimpung di dunia pendidikan. Memang beda, menerapkan kedisiplinan siswa jaman dulu dan sekarang. Namun, apa yang saya peroleh di pendidikan PL dapat membantu saya memberikan contoh kepada anak buah (guru) dan siswa agar dapat berdisiplin.
CICILIA SUSILAWATI  
15.10.2010 23:31:46
Apakah mutu sekolah pl sekarang tidak sebagus dulu jaman bruder2 dari Eropa?
NOBERTUS UA  
18.11.2010 23:21:44
SPG Don Bosco SMG kenanganku... dimana temanku Purwatmo,Pujo Rukmono ? teman main piano bertiga
NICODEMUS KARYADI  
20.04.2011 17:25:51
Saya angkatan masuk SMP PL Ambarawa thn 72 lulus 74....mengesankan di PL saya pernah disuruh keluar kelas oleh br Octav gara2 sdg tdk ada guru, saya terlihat berdiri, setiap kali br octav yg tinggi selalu periksa sambil jalan melewati kelas2 karena beliau sangat tinggi...yach nampak saya yg lg berdiri ngobrol dg temanku di lain meja....jam tsb saya tdk boleh ikut pelajaran...tapi di kantor dia saya diajak ngobrol pribadi...sampai saya merasa akrab dg semua bimbingan beliau.....ekstr.pelajaran yg saya sukai KARAWITAN dilatih bpk Suwarto.....saya suka bonang pengiring....Pak Hesti Guru bhs Inggris, pak Kasdi, Pak Karjo, pak Marwoto yg suka njenggit godhek ha ha semua mengesankan!!!!oh iya saya kehilangan teman smp sampai skrg loss contact namanya Saputo Hadi..setelah pindah ke Blora saya juga ikut ngantar pindahan...sampai skrg tdk tahu kbrnya barang siapa tahu ? salam
BUDI TRIONO  
14.10.2011 09:45:20
Silahkan membuka http://spala.sch.id untuk mengetahui SLTP Pangudi Luhur Ambarawa lebih lanjut
CV. BOOTSECTOR  http://bootsector.web.id
08.05.2014 14:45:08
Saya alumni SMP PL Salatiga th 1977, memang terasa sekali pendidikan yang diberikan kepada murid- muridnya ketika itu. Para guru/ bruder memberikan teladan yang baik sekali dan kedisiplinan yang luar biasa. Kita akan merasakan manakala kita sudah tidak berada disana.
KASIYANTO  

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 7 ms